Notification

×

Iklan

Sumbar Hadapi Potensi Letusan Gunung Marapi, Ini Arahan Gubernur

Jumat, 26 Januari 2024 | 18:28 WIB Last Updated 2024-01-26T11:30:14Z

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi saat di media center Gunung Marapi.

Padang, Rakyatterkini.com - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyusun strategi mitigasi yang lebih matang terhadap potensi letusan Gunung Marapi. 

Status gunung tersebut telah dinaikkan menjadi level III (siaga) sejak 9 Januari 2024.

"Saat ini Gunung Marapi masih dalam fase erupsi, oleh karena itu, saya menginstruksikan BPBD untuk mempersiapkan segala kemungkinan yang dapat terjadi," tegas Gubernur Mahyeldi saat mengunjungi Media Center Gunung Marapi di BPBD Sumbar, pada Jumat (26/1/2024).

Gubernur Mahyeldi menekankan perlunya pemetaan lokasi pengungsian dan jalur evakuasi yang mendalam, mengingat adanya potensi berbagai kemungkinan terburuk. 

Beliau juga meminta pemasangan perangkat kamera pemantau atau CCTV di titik-titik rawan bencana, untuk memantau aktivitas Gunung Marapi dan memungkinkan komunikasi jarak jauh dengan daerah terdampak setiap saat.

"Sekarang kita harus memantau Gunung Marapi dan berkomunikasi secara real-time dengan daerah terdampak, karena situasinya dapat berubah setiap detik," tambah Gubernur.

Mahyeldi berharap Kepala Pelaksana BPBD Sumbar dapat menambah jumlah posko di sekitar kaki dan pinggang Gunung Marapi, dilengkapi dengan peralatan yang memadai. 
Juga mengimbau masyarakat, khususnya yang berada dalam radius 4,5 kilometer dari puncak gunung, untuk segera pindah sementara ke zona yang lebih aman, sesuai hasil rapat dengan pihak terkait.

"Kita tidak dapat memprediksi kapan letusan akan terjadi, oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat setempat harus ditingkatkan," ujar Gubernur.

Gubernur Mahyeldi memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Agam dan Tanah Datar atas langkah-langkah yang diambil untuk meminimalisir potensi kerugian jika terjadi letusan besar. 

Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Rudy Rinaldy, menyatakan akan terus meningkatkan kerja sama dengan pihak terkait, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Dengan aktivitas vulkanik Gunung Marapi yang masih tinggi, BPBD Sumbar siap siaga untuk menanggulangi dampak letusan hingga status aman," ungkap Rudy.

BPBD juga mengimbau penduduk di sekitar Gunung Marapi, dalam radius 4 km dari kawah Marapi, untuk sementara waktu menyetop aktivitas harian dan mensterilkan kawasan. 

Delapan kecamatan terdekat yang berpotensi terdampak letusan Marapi, yaitu Kecamatan X Koto, Batipuh, Lima Kaum, Pariangan, Rambatan, Salimpaung, Sungai Tarab, dan Tanjung Baru, telah disediakan lokasi penampungan di sekolah-sekolah di Nagari Sungai Pua dan Nagari Koto Tinggi. (adpsb)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update