Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Sabtu 3 Desember 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Wagub Sumbar Sambangi Korban Banjir Bandang Koto Sani, Solok

Kamis, 20 Oktober 2022 | 08:09 WIB Last Updated 2022-10-20T01:09:46Z

Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, saat mengunjungi korban banjir bandang Koto Sani, Solok.

Solok, Rakyatterkini.com - Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy menyambangi lokasi banjir bandang, di Jorong Padang Belimbing, Nagari Koto Sani, X Koto Singkarak, Kabupaten Solok Selasa (18/10/2022). 


Kedatangan wagub didampingi Kepala BPBD Sumbar, Jumaidi sekaligus untuk menyerahkan bantuan berupa makanan siap saji, family kit dan paket kebersihan keluarga bagi korban bencana.


Audy mengatakan Pemprov Sumbar akan segera berkoordinasi dengan Badan Wilayah Sungai (BWS) dan stakeholder terkait, untuk memberikan solusi bagi masyarakat yang masih terancam pinggiran sungai yang terkikis akibat banjir bandang pada 2 Oktober lalu. 


Ia juga meminta wali nagari setempat mendata rumah dan lahan pertanian yang terancam dan berkoordinasi dengan dinas terkait baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.


"Wali nagari tolong data berapa banyak bangunan yang terdampak, berapa yang terancam, termasuk lahan pertanian," ujar Wagub.


Mamirda, Sekretaris Nagari Koto Sani mengungkapkan, terdapat ratusan rumah di sepanjang pinggiran Sungai Batang Imang yang terancam jika kejadian serupa terjadi kembali.


"Di sepanjang sungai ini ratusan rumah terancam pak," tuturnya pada Wagub.


Sementara kerugian materil yang dialami warga setempat akibat bencana banjir bandang, diungkapkan Mamirda ditaksir setidaknya mencapai lima miliar rupiah.


"Kerugian dari gagal panen Ikan saja lebih 800 juta, total kerugian diperkirakan sampai lima miliar rupiah," ungkapnya. 


Sebelumnya sekitar 27 rumah warga dilanda banjir bandang, tujuh diantaranya mengalami rusak berat. Peristiwa banjir yang terjadi akibat tingginya curah hujan dan luapan Sungai Batang Imang ini.


Tidak hanya merusak rumah warga, tapi juga sejumlah fasilitas umum, diantaranya empat lahan irigasi, satu sekolah, dua jembatan dan satu jalan penghubung antar jorong terputus. 


Banjir juga merusak lahan perikanan dan lahan persawahan seluas 27 hektar. Akibatnya para petani mengalami gagal panen. (mmc)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update