Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Sabtu 3 Desember 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

SMK 2 Payakumbuh Ciptakan Alat Pemotongan Sapi

Rabu, 28 September 2022 | 15:46 WIB Last Updated 2022-09-28T08:46:53Z

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, saat launching SMKN menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).


Padang, Rakyatterkini.com - Sebanyak 28 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Sumatera Barat resmi menjadi Badan Layanan umum Daerah (BLUD) yang diharapkan mampu meningkatkan mutu layanan pendidikan siswa SMK untuk memasuki dunia kerja.


Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, melalui Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar mengumumkan peresmian 28 BLUD SMK yang ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumatera Barat kepada 5 kepala SMK perwakilan di sumbar.


"Untuk memberikan yang terbaik untuk anak bangsa ini harus kita bimbing dan dorong SMK se-sumbar untuk lebih maju dan berdaya. Dengan adanya BLUD di 28 SMK ini, OPD lain harus turut andil, jangan hanya dinas pendidikan saja," ujar gubernur saat launching BLUD, Rabu (28/9/2022).


Misalnya produk batik yang dihasilkan SMKN 8 Padang, dinas pariwisata bisa ikut bantu untuk promosinya. Kita pegawai di OPD wajib memakai dan membeli produk batik hasil karya siswa siswi  SMK," lanjutnya. 


Gubernur berharap dengan menerapkan sistem BLUD diharapkan SMK bisa lebih fleksibel dalam pengelolaan keuangannya. Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia No 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah.


"Pengembangan Teaching Factory (TEFA) selama ini mengalami kendala di SMK dalam pengelolaan keuangan untuk mengatasi kendala tersebut agar pengelolaan TEFA berjalan lancar di SMK maka perlu dibentuk BLUD sebagai payung hukum dalam pengelolaan keuangan di SMK," papar gubernur. 


Di kesempatan tersebut gubernur juga mengunjungi beberapa stand-stand pameran UMKM yang ada di aula kantor gubernur. Ada salah satu stand yang menarik perhatian Gubernur, yaitu stand SMK 2 Payakumbuh yang menciptakan alat pemotongan sapi. 


Gubernur mengapresiasi alat pemotongan sapi tersebut menurutnya alat tersebut sangat bermanfaat untuk memudahkan proses pemotongan hewan qurban nantinya, pihaknya juga akan memfasilitasi masjid-masjid untuk memiliki alat pemotong sapi tersebut. 


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Barlius, mengatakan tujuan kegiatan launching BLUD ini untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan  siswa dalam menciptakan berbagai macam karya yang memiliki nilai jual dan mampu bersaing di pasar kerja, mengembangkan bakat potensi dan kreatifitas siswa, serta penguatan kelembagaan SMK.


Dengan BLUD juga membuat pelayanan di SMK Negeri menjadi efektif dan efisien karena pihak sekolah bebas berinovasi dan penerapan BLUD di SMK di dukung dengan adanya penerapan teaching factory (TEFA). (mmc) 



IKLAN



×
Berita Terbaru Update