Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Kamis 29 September 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Penggunaan Dana Nagari Harus Transparan di Pessel, Pasang Baliho dan Papan Pengumuman

Kamis, 14 Juli 2022 | 12:46 WIB Last Updated 2022-09-16T03:23:59Z

Ilustrasi.
 

Painan, Rakyatterkini.com - Memasuki semester II tahun 2022, para walinagari di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), tetap diminta dalam menggunakan belanja yang bersumber dari Dana Desa (DD) dilakukan secara transparan, dengan cara memasang baliho atau papan pengumuman.


Ketegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab), Mawardi Roska, kemarin (13/7) di Painan. 


“Ini bertujuan untuk menghindari kecurigaan masyarakat dan upaya menghindari kecurangan yang akan dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” katanya.


Agar bisa dilihat oleh semua masyarakat, maka kepada pemerintahan nagari diminta agar pemasangan baliho itu, dilakukan pada lokasi-lokasi strategis. Ditambahkannya, upaya ini adalah bentuk transparansi dalam mengantisipasi tindakan penyimpangan penggunaan anggaran.


"Sebab dengan anggaran mencapai angka rata-rata di atas Rp1,5 miliar per nagari itu, niat atau peluang untuk melakukan penyimpangan oleh oknum pemerintahan nagari bisa saja terjadi,” tuturnya.


Guna mengantisipasi agar penyelewengan bisa diantisipasi, maka perlu dilakukan pengawasan secara bersama. Salah satunya dengan melakukan pemasangan baliho tersebut.


"Ini bertujuan agar penggunaan anggaran nagari di Pessel, benar-benar tepat sasaran, serta terlaksana sesuai tujuannya,” harap Mawardi.


Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDP2KB), Zulkifli menjelaskan, anggaran dana nagari yang digelontorkan pemerintah pusat ke daerah tahun ini, mencapai Rp240,7 miliar.


Angka itu terdiri dari DD sebesar Rp161.021.565.000, dan Alokasi Dana Desa (ADD) senilai Rp79.707.391.600. Dana sebesar itu diperuntukkan pada 182 nagari yang tersebar di 15 kecamatan yang ada, dengan jumlah per nagari berkisar antara Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar,” jelasnya. (Baron)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update