Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Kamis, 13 Januari 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
89.881 13 87.714 2.154
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Wagub Ingatkan Pentingnya Soft Skill bagi Enterpreneur

Jumat, 10 Desember 2021 | 19:40 WIB Last Updated 2021-12-10T12:41:39Z

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy.


Padang, Rakyatterkini.com - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy mengingatkan pentingnya soft skill bagi enterpreneur di berbagai bidang lapangan kerja, untuk mendukung perkembangan usaha di masa depan.


"Apapun pekerjaan, meski berkaitan dengan hard skill, tetapi soft skill yang tetap dimiliki untuk mencari bahkan menciptakan peluang yang lebih besar ke depan, "katanya saat menghadiri penutupan acara Bimbingan Teknis Manajemen Enterpreneur di Hotel Grand Zuri, Jumat 10 Desember 2021.


Soft skill itu diantaranya cara berkomunikasi hingga cara negosisasi. Untuk bisa mendapatkan kemampuan itu perlu latihan dan pengetahuan yang luas.


Ia menyebut dalam era industri 4.0 dan society 5.0 hard skill bukan segalanya. Kemampuan untuk menjadi tukang cukur umpamanya bisa dimiliki semua orang dengan berlatih. Tetapi tidak semua yang memiliki kemampuan soft skill.


Audy menyebut Sumbar memiliki potensi SDM yang tinggi karena lebih dari 50 persen penduduk adalah usia kerja yang didominasi kaum milenial. Potensi itu harus dikelola dengan baik agar bisa berkontribusi pada pembanngunan daerah.


"Untuk memaksimalkan potensi ini, kami punya program menciptakan 100 ribu enterpreneur. Jangan dibayangkan enterpreneur itu punya usaha besar, toko besar atau usaha yang banyak. Enterpreneur adalah tentang kreatifitas, inovasi dan ide," katanya.


Karena itu ia menilai seorang pengusaha belum tentu enterpreneur tapi enterpreneur sudah pasti pengusaha.


Menurutnya sumber daya manusia yang dimiliki Sumbar saat ini adalah aset yang luar biasa. Mungkin kelihatan remeh tetapi tapi nilainya sangat tinggi.


Lebih jauh Audy mengatakan sekarang dunia memasuki masa industri 4.0 yang berkaitan erat dengan Internet of Thing (IOT). Hampir semua hal terkoneksi dengan internet. Semua oramg gampang terkoneksi. Dengan smart phone orang bisa bekerja dan dapat uang. Dapat klien. Itu salah satu keunggulan IOT.


Sementara era society 5.0 yang lahir karena industrial 4.0 berkaitan dengan lingkungan saat orang ingin semua yang serba mudah. Dulu untuk mencari informasi harus ke pustaka sekarang bisa lewat gadget.


Akibatnya muncul profesi baru misalnya tukang cukur online. Tapi banyak pula pekerjaan yang musnah seperti tukang pos, tukang loper dan sebagainya. Tinggal bagaimana mencari solusi menghadirkan keunggulan.


Ia menyebut tiga kemampuan utama yang dibutuhkan dalam era society 5.0 adalah kemampuan pemecahan masalah kemampuan berpikir kritis peka kehidupan sosial,  kemampuan beraktifitas IOT.


Perubahannya makin lama makin cepat. Dari era industri 1.0 ke industei 2.0 butuh ratusan tahun. Tapi makin lama makin cepat karena teknologi berkembang lebih cepat dari semua hal di dunia termasuk regulasi. Karena itu generasi muda harus bisa beradabtasi dengan perubahan itu.


Sementara itu Kepala Dinas PMD Sumbar, Amasrul mengatakan kegiatan itu diikuti oleh 128 peserta dari beberapa kabupaten dan kota. (adpim)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update