Notification

×

Iklan

Yota Balad Buka Lomba Petatah Petitih

Senin, 05 Oktober 2026 | 06:49 WIB Last Updated 2026-10-04T23:49:00Z

Wali Kota Pariaman Yota Balad menghadiri Festival Literasi Budaya 2026 

Pariaman, Rakyatterkini.com – Wali Kota Pariaman Yota Balad membuka secara resmi Lomba Petatah Petitih Antar-Bundo Kanduang se-Kota Pariaman yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Literasi Budaya 2026.

Kegiatan yang digelar Forum Pegiat Literasi Kota Pariaman (FPLKP) tersebut berlangsung di Aula Balai Kota Pariaman, Sabtu (3/10/2026).

Lomba ini diikuti tujuh tim yang berasal dari empat kecamatan di Kota Pariaman. Pelaksanaannya turut mendukung misi kelima Pemerintah Kota Pariaman di bawah kepemimpinan Yota Balad dan Mulyadi, yakni membangun ketahanan budaya dan pariwisata yang berlandaskan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Hadir dalam kegiatan tersebut Bunda Literasi Kota Pariaman Ny. Yosneli Balad, Ketua Umum FPLKP Kota Pariaman Rizki Mirdani, Ketua Bundo Kanduang Kota Pariaman Mawarniati Fatma, serta para camat.

Yota Balad mengatakan budaya Minangkabau merupakan warisan berharga yang memiliki nilai luhur. Salah satu bentuk kekayaan tersebut tercermin dalam petatah-petitih yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana berkomunikasi, tetapi juga mengandung nilai akal budi, etika, dan kearifan lokal.

Menurutnya, lomba tersebut tidak semata-mata bertujuan menentukan peserta yang paling mahir menyampaikan ungkapan adat. Kegiatan itu juga menjadi sarana untuk menjaga keberlangsungan budaya sekaligus menanamkan karakter kepada generasi penerus.

“Lomba ini bukan hanya kompetisi dalam berbicara adat. Kegiatan ini menjadi ruang untuk melestarikan budaya, melakukan regenerasi, sekaligus membentuk karakter generasi muda. Kita ingin generasi muda tetap berpikiran maju, tetapi tidak meninggalkan prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” kata Yota.

Ia menegaskan Pemko Pariaman memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, perkembangan teknologi dan arus modernisasi yang semakin pesat perlu diimbangi dengan penguatan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.

Yota juga menyampaikan apresiasi kepada Bundo Kanduang dan FPLKP Kota Pariaman yang telah menggagas kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya menjaga warisan budaya Minangkabau.

Sementara itu, Ny. Yosneli Balad menjelaskan bahwa literasi memiliki cakupan yang luas. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengambil keputusan secara bijak, mengenali lingkungan, serta memahami kebudayaan.

Ia menilai literasi seharusnya tidak berhenti sebagai sebuah program, melainkan berkembang menjadi kebiasaan dan kebutuhan hingga akhirnya menjadi bagian dari budaya masyarakat.

Menurut Yosneli, filosofi ABS-SBK juga harus dipahami secara mendalam dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar dihafalkan. Lomba Petatah Petitih Antar-Bundo Kanduang menjadi salah satu contoh kegiatan yang dapat menghidupkan nilai-nilai tersebut.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap adat, budaya, dan tradisi kembali mendapat ruang untuk tumbuh dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan informasi, generasi muda harus mampu memanfaatkannya secara bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Yosneli menambahkan, teknologi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan sekaligus menjaga kelestarian budaya dan lingkungan.

Ia berharap generasi muda Kota Pariaman nantinya tidak hanya menjadi penikmat atau konsumen budaya, tetapi mampu menghasilkan karya yang mengangkat identitas Minangkabau dan Pariaman sehingga dikenal lebih luas.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update