Padang Panjang. Rakyatterkini.com — Dr. Yandri terpilih menjadi Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang untuk masa jabatan 2026–2030. Pemilihan tersebut digelar di Gedung Rektorat ISI Padangpanjang, Kamis (1/10/2026).
Yandri memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan yang melibatkan Senat Institusi ISI Padangpanjang bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Ketua Senat ISI Padangpanjang, Yunaidi, S.Sn., M.Sn., mengatakan pemilihan rektor kali ini memiliki mekanisme berbeda dibandingkan periode sebelumnya. Perubahan tersebut terjadi karena masa berlaku statuta serta periode kepengurusan Senat Institusi sebelumnya telah berakhir.
Menurut Yunaidi, pada pemilihan sebelumnya pembentukan senat dilakukan terlebih dahulu sebelum proses pemilihan rektor. Namun, adanya proses penyesuaian statuta membuat masa jabatan rektor sebelumnya mengalami pergeseran sekitar enam bulan, sementara masa tugas senat periode lama sudah berakhir.
“Karena kondisi tersebut, kami berkonsultasi dengan kementerian. Hasilnya, Senat Institusi periode sebelumnya diberikan kewenangan untuk melaksanakan pemilihan rektor periode 2026–2030,” ujar Yunaidi.
Ia menambahkan, masa jabatan Senat Institusi tersebut dijadwalkan berakhir pada 7 Oktober 2026.
Empat Bakal Calon
Yunaidi menjelaskan, panitia pemilihan rektor menjalankan tahapan seleksi berdasarkan statuta ISI Padangpanjang dan ketentuan yang ditetapkan kementerian. Penjaringan calon dilakukan secara terbuka dengan mengumumkan persyaratan kepada masyarakat di seluruh Indonesia.
Dari tahapan tersebut, terdapat empat bakal calon rektor yang mendaftar. Mereka adalah Dr. Febri Yulika selaku rektor petahana, Dr. Riswel Zam yang menjabat Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Dr. Irwan selaku Dekan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP), serta Dr. Yandri.
Selanjutnya, Senat Institusi menggelar rapat tertutup yang diikuti 31 anggota untuk menentukan calon rektor. Hasilnya, tiga nama ditetapkan sebagai kandidat, yakni Yandri dengan nomor urut 1, Febri Yulika nomor urut 2, dan Irwan nomor urut 3.
Proses pemilihan menerapkan komposisi suara sesuai ketentuan kementerian, yakni 65 persen berasal dari Senat Institusi dan 35 persen dari kementerian.
Yunaidi menyebut dari 30 suara Senat Institusi yang sah, Yandri memperoleh 30 suara, Febri Yulika mendapat 12 suara, sedangkan Irwan tidak memperoleh suara. Selain itu, terdapat empat suara yang dinyatakan rusak.
Hasil tersebut menetapkan Yandri sebagai Rektor ISI Padangpanjang untuk periode 2026–2030.
Siapkan Program Kerja
Yandri mengungkapkan dirinya tidak melakukan persiapan khusus sebelum mengikuti pemilihan rektor. Keputusannya maju sebagai calon rektor didorong oleh dukungan dari para dosen serta tenaga kependidikan di lingkungan ISI Padangpanjang.
Ia mengatakan banyak rekan di lingkungan kampus yang mendorongnya untuk ikut dalam pemilihan rektor periode 2026–2030. Atas dukungan tersebut, Yandri akhirnya memutuskan untuk mencalonkan diri.
Yandri menyampaikan rasa syukur atas hasil pemilihan sekaligus memberikan apresiasi kepada para pendukung yang bekerja mempersiapkan pencalonannya dalam waktu sekitar tiga bulan.
Setelah terpilih, ia akan menyusun sejumlah program kerja dengan berpedoman pada visi dan misi yang telah disampaikan selama tahapan pemilihan. Program tersebut juga akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi ISI Padangpanjang.
“Dalam waktu dekat saya akan merumuskan program kerja secara lebih rinci,” katanya.
Dalam pencalonannya, Yandri membawa visi menjadikan ISI Padangpanjang sebagai perguruan tinggi seni yang menjadi pusat rujukan utama atau Centre of Excellence seni budaya Melayu Nusantara. Visi tersebut mencakup penguatan profesionalisme, keunggulan, daya saing global, kualitas akademik, serta tata kelola yang berintegritas di tengah perkembangan era digital.
Visi itu selanjutnya akan menjadi pijakan dalam penyusunan program kerja selama masa kepemimpinannya.
Pelantikan Dijadwalkan Desember
Ketua Senat ISI Padangpanjang Yunaidi turut menyampaikan pesan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yulianto kepada seluruh civitas akademika agar bersama-sama menjaga persatuan dan mendorong kemajuan institusi.
Menurut Yunaidi, pemilihan rektor bukan sekadar mengenai pihak yang memperoleh suara terbanyak, melainkan menjadi bagian dari proses bersama untuk membangun dan mengembangkan ISI Padangpanjang.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun lembaga, bersatu dan bergandeng tangan demi kemajuan institusi,” ujarnya mengutip pesan menteri.
Yunaidi mengatakan pelantikan Rektor ISI Padangpanjang terpilih dijadwalkan pada 22 Desember 2026 di Jakarta. Pelantikan tersebut bertepatan dengan berakhirnya masa jabatan rektor saat ini.
Sampai pelantikan berlangsung, rektor petahana masih menjalankan tugas dan tanggung jawabnya hingga masa jabatan berakhir. Setelah dilantik, Yandri akan resmi memimpin ISI Padangpanjang untuk periode 2026–2030.(da*)


