Notification

×

Iklan

Vasko Minta Mitigasi Kabut Asap Sumbar Diperkuat

Selasa, 20 Oktober 2026 | 05:52 WIB Last Updated 2026-10-19T22:52:00Z

Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy

Padang, Rakyatterkini.com – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy, meminta seluruh instansi terkait meningkatkan upaya penanganan kabut asap melalui pemantauan kualitas udara, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta langkah antisipasi terhadap risiko kesehatan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Vasko saat mengunjungi Stasiun Meteorologi Minangkabau di Kabupaten Padang Pariaman, Senin (19/10/2026). Dalam kunjungan itu, ia membahas kondisi udara di sejumlah daerah, arah pergerakan angin, hingga persebaran titik panas berdasarkan data pemantauan pada dasbor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Vasko mengatakan, hasil pemantauan sementara tidak menunjukkan adanya titik api di wilayah Sumatera Barat. Menurutnya, kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan di provinsi tersebut diduga berasal dari daerah tetangga.

“Dari hasil pemantauan melalui dasbor BMKG, tidak ditemukan titik api di Sumbar. Asap yang saat ini menyelimuti wilayah kita berasal dari provinsi tetangga,” kata Vasko.

Meski tidak terdeteksi titik api, ia mengingatkan bahwa sejumlah daerah di Sumbar memiliki catatan kebakaran lahan yang perlu diwaspadai. Wilayah tersebut antara lain Kabupaten Dharmasraya, Sijunjung, dan Solok Selatan.

Ia meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait memperketat pengawasan agar kejadian kebakaran tidak kembali terulang. Pencegahan dinilai penting untuk menghindari meluasnya kebakaran sekaligus menjaga kualitas udara tetap aman bagi masyarakat.

Vasko juga meminta Dinas Kehutanan Sumbar berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindaklanjuti temuan Bupati Dharmasraya mengenai lahan bekas terbakar yang kemudian ditanami kelapa sawit. Penelusuran diperlukan untuk mengetahui penyebab kebakaran dan memastikan ada atau tidaknya unsur kesengajaan.

“Saya minta Dinas Kehutanan segera berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindaklanjuti temuan Bupati Dharmasraya terkait lahan bekas terbakar yang ditanami sawit. Perlu ditelusuri apakah ada pihak yang sengaja melakukan tindakan tersebut,” tegasnya.

Selain memperkuat pencegahan, Vasko menginstruksikan pembentukan tim terpadu yang melibatkan BMKG, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, serta instansi lainnya.

Tim tersebut diharapkan mampu menjalankan pemantauan kualitas udara secara berkala, meningkatkan koordinasi antarinstansi, dan menyusun langkah penanganan apabila kondisi kabut asap semakin memburuk. Upaya perlindungan kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian dalam menghadapi dampak pencemaran udara.

Sementara itu, Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukittinggi, Dr. Sugeng Nugroho, menjelaskan bahwa hasil pemantauan menunjukkan banyak titik api berada di wilayah Sumatera Selatan dan Jambi. Pergerakan angin turut membawa asap dari kawasan tersebut ke sejumlah daerah di bagian selatan Pulau Sumatera, termasuk Sumatera Barat.

“Sumatera Barat berada di kawasan yang turut terdampak pergerakan asap tersebut. Sejak 15 Oktober hingga sekarang, kondisi kualitas udara masih tergolong buruk,” ujar Sugeng.

Di sisi lain, Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Decky Irmawan, mengingatkan pentingnya memantau perkembangan cuaca menjelang November hingga Desember. Perubahan kondisi atmosfer dan pola angin muson diperkirakan turut memengaruhi distribusi curah hujan di berbagai wilayah.

Menurutnya, peningkatan curah hujan tidak serta-merta menghilangkan seluruh risiko kebakaran. Sebaliknya, hujan berintensitas tinggi juga berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, sehingga kesiapsiagaan harus dilakukan terhadap kedua ancaman tersebut.

Dengan mempertimbangkan kondisi itu, penanganan kabut asap di Sumbar diarahkan pada tiga langkah utama, yakni mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, mempercepat penanganan kebakaran serta penurunan kualitas udara, dan meningkatkan kesiapan menghadapi bencana akibat cuaca ekstrem.

Dalam kunjungan tersebut, Vasko didampingi Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Ferdinal Asmil, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar Kuartini Deti Putri, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumbar Mursalim, serta Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Aklima.

Turut hadir Kepala Pelaksana BPBD Sumbar yang diwakili Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Edral Pratama, serta Kepala UPTD KPHL Agam Raya pada Dinas Kehutanan Sumbar, Syamsul Bahri.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update