Notification

×

Iklan

Usai Isi Pertalite, Mobil Ayla di Padang Pariaman Kehilangan Tenaga

Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:23 WIB Last Updated 2026-10-18T17:05:50Z

Ayla Tersendat dan Ditemukan Sedimen Hitam di Saringan BBM

Padang Pariaman, Rakyatterkini.com – Keluhan terkait dugaan gangguan pada bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite kembali mencuat di Sumatera Barat (Sumbar). Kali ini, seorang pemilik mobil Daihatsu Ayla mengaku kendaraannya mengalami penurunan tenaga dan mesin tersendat setelah mengisi BBM di salah satu SPBU di kawasan Kataping, Kabupaten Padang Pariaman.

Pemilik mobil, Topit Marliandi, mengatakan dirinya menemukan endapan berwarna hitam menyerupai pasir pada saringan bahan bakar ketika tangki kendaraannya dibongkar di bengkel pada Minggu (18/10/2026) pagi.

“Di saringannya ada sedimen, pasir warna hitam dan kemudian Pertalite berwarna keabu-abuan,” ujar Topit kepada Katasumbar, Minggu siang.

Ia menjelaskan, gangguan tersebut mulai dirasakan setelah mengisi Pertalite di SPBU Bandara Kataping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, pada Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 11.44 WIB.

Saat itu, Topit membeli 10 liter Pertalite dengan harga Rp100.000 secara tunai. Transaksi dilakukan melalui Pompa 02 di SPBU bernomor 13.255.523 dengan pelayanan dari operator berinisial E.

Tak berselang lama setelah meninggalkan SPBU, ia merasakan performa mobilnya berubah. Mesin kendaraan mulai kehilangan tenaga dan tidak merespons secara normal ketika pedal gas diinjak.

Menurut Topit, kecepatan mobilnya hanya mampu mencapai sekitar 20 kilometer per jam. Ketika kecepatan dicoba ditingkatkan hingga 30–40 kilometer per jam, mesin justru kehilangan tenaga dan sulit merespons akselerasi.

“Mesinnya tidak berjalan normal seperti biasanya. Saat digas, kecepatannya hanya bisa mencapai 20 km/jam. Begitu dicoba naik ke kecepatan 30 hingga 40 km/jam, mesin sudah tidak mau merespons dan hilang tenaga,” tuturnya.

Atas kejadian tersebut, Topit mengaku telah menyampaikan keluhan secara langsung kepada pengelola SPBU Kataping. Ia menyebut salah seorang perwakilan manajemen menyarankan agar mobil terlebih dahulu diperiksa di bengkel resmi.

Topit juga mengatakan dirinya diminta menyiapkan rekaman video sebagai bukti sebelum kembali menyampaikan laporan terkait gangguan yang dialami kendaraannya.

Sementara itu, Sales Area Manager Retail Sumatera Barat Pertamina Patra Niaga, Fakhri Rizal Hasibuan, sebelumnya mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima 108 laporan mengenai kendaraan yang mengalami keluhan serupa. Pernyataan tersebut disampaikan saat ia meninjau salah satu SPBU di Kota Padang pada Selasa (29/9/2026).

Fakhri menjelaskan, masyarakat yang mengalami kendala pada kendaraan setelah mengisi BBM diminta menyampaikan pengaduan melalui Call Center Pertamina 135, posko pengaduan di SPBU, maupun langsung ke lokasi pengisian BBM.

Ia juga mengimbau pemilik kendaraan, termasuk pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan barcode Pertamina, agar tidak ragu melaporkan kejadian yang dialami. Menurutnya, penelusuran transaksi dapat dilakukan dengan memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di SPBU.

“Kita akan melakukan tracing dari CCTV yang ada di SPBU,” katanya.

Meski demikian, keberadaan endapan pada saringan BBM serta gangguan mesin yang dialami Topit belum cukup untuk memastikan bahwa Pertalite dari SPBU tersebut menjadi penyebab kerusakan kendaraan. Kepastian mengenai sumber masalah masih membutuhkan pemeriksaan teknis kendaraan dan pengujian terhadap sampel BBM.

Sampel Pertalite yang dikeluhkan konsumen disebut telah diserahkan kepada Pertamina untuk menjalani pengujian. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai penyebab gangguan yang dilaporkan.

Topit berharap pihak Pertamina memberikan perhatian serius terhadap pengaduan konsumen. Menurutnya, penanganan yang cepat dan transparan diperlukan untuk melindungi masyarakat dari potensi kerugian akibat persoalan yang berkaitan dengan penggunaan BBM.

Ia menilai respons terhadap keluhan konsumen perlu ditingkatkan, mengingat Pertalite merupakan salah satu jenis BBM yang digunakan masyarakat secara luas.

“Pertalite adalah BBM subsidi untuk masyarakat. Ketika terjadi masalah, respons petugas seakan lambat dan kurang tanggap. Itu menunjukkan lemahnya pengawasan dan sistem penyaringan BBM, baik di tingkat SPBU maupun pasokan dari Depot Pertamina,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Topit meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta instansi terkait menindaklanjuti laporan tersebut. Ia berharap dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap rantai distribusi BBM, mulai dari depot hingga penyaluran ke SPBU di Sumatera Barat.

Menurutnya, investigasi diperlukan untuk memastikan bahwa BBM yang diterima masyarakat telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan serta menjamin penanganan pengaduan konsumen berjalan dengan baik.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update