![]() | ||
|
Padang, Rakyatterkini.com – Semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 diwujudkan Minang Domino Club (MDC) dengan menggelar turnamen domino terbuka se-Kota Padang.
Tak sekadar menjadi ajang adu strategi di atas meja, turnamen ini sekaligus menjadi panggung untuk mencari bibit atlet domino Sumatera Barat.
Turnamen yang berlangsung 1 hingga 28 Oktober 2026 tersebut dipusatkan di Kupi Batigo, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kota Padang. Hingga pembukaan yang digelar Senin (5/10/2026), tercatat sebanyak 40 pasangan telah mendaftarkan diri.
Puluhan pasangan tersebut dibagi ke dalam delapan pool dan bertanding menggunakan sistem setengah kompetisi. Para juara pool kemudian melaju ke babak berikutnya dengan sistem gugur.
Ketua Panitia, Ferry White, mengatakan turnamen tersebut digelar secara cukup mendadak. Namun, konsep pertandingan tetap mengacu pada aturan yang digunakan Oredo, organisasi yang menaungi cabang olahraga domino.
"Pada dasarnya turnamen ini digelar untuk sosialisasi sistem yang dipakai Oredo. Sekalian kami juga mencari bibit untuk Oredo Sumatera Barat guna mengikuti event-event tingkat nasional lainnya," ujar Ferry.
Ketua Oredo Sumbar, Helmi Moesim, menyambut positif langkah MDC yang menggelar turnamen dengan menerapkan sistem Oredo.
Menurutnya, Oredo Sumbar saat ini telah memiliki 15 cabang yang tersebar di berbagai daerah di Sumatera Barat. Organisasi tersebut juga telah memiliki perlengkapan pertandingan, termasuk meja dan batu domino yang representatif.
Helmi mengaku bangga ketika mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Oredo di Jakarta. Ia menyebut banyak pengurus Oredo di tingkat nasional ternyata berasal dari Sumatera Barat.
"Saya sendiri ketika ikut Rakernas di Jakarta jadi kaget bercampur gembira karena banyak pengurus Oredo lainnya di Indonesia berasal dari Sumbar. Ini seakan menunjukkan bahwa olahraga domino ini berasal dari Sumbar," kata Helmi.
Ia menambahkan, domino juga mulai mendapat tempat dalam ajang olahraga nasional. Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang, domino disebut telah menjadi salah satu cabang olahraga ekshibisi.
Pernyataan Helmi kemudian mendapat respons dari Dewan Pembina Minang Domino Club, Aciak Amril Amin. Ia justru memberikan tantangan kepada Oredo Sumbar agar mampu membuktikan diri di tingkat nasional.
"Kalau memang domino berasal dari Sumbar dan pengurusnya banyak yang orang Sumbar, ayo Oredo Sumbar. Buktikan bahwa Oredo Sumbar memang pantas juara di PON nanti," ujar Aciak, yang juga Ketua Umum PSP Padang.
Anggota DPRD Kota Padang itu bahkan mengibaratkan tantangan tersebut dengan kuliner khas Sumatera Barat, rendang.
"Jangan lebih enak pula rendang orang Jawa atau Sulawesi dari rendang Padang. Begitu juga dalam hal domino. Kalau memang olahraga domino berasal dari Sumatera Barat dan pengurusnya banyak yang orang Padang, jangan sampai orang Padang kalah pula dibanding orang Kalimantan, Jawa atau Papua sana," katanya.
Namun, tantangan tersebut belum sepenuhnya terjawab di meja pertandingan. Salah satu persoalan yang muncul dalam pelaksanaan turnamen adalah kedisiplinan peserta terhadap jadwal pertandingan.
Sejumlah peserta bahkan telah hadir sejak hari pembukaan, Senin, maupun pada Rabu, namun belum dapat bertanding karena lawan yang dijadwalkan tidak hadir.
Ferry White mengatakan panitia akan melakukan evaluasi dan memperketat kedisiplinan peserta. Ke depan, pemain yang tidak hadir sesuai jadwal pertandingan tidak akan segan-segan dikenakan walkover (WO).
"Kami akan lebih mendisiplinkan waktu pertandingan. Peserta yang tidak datang sesuai jadwal akan kami WO," tegas Ferry. (*)


