Jakarta, Rakyatterkini.com - Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (5/10/2026) dini hari. Seorang perempuan bernama Sariana (34) ditemukan meninggal dunia setelah diduga ditusuk oleh suaminya, Ansar (43).
Korban mengalami puluhan luka tusukan di sejumlah bagian tubuh. Setelah diduga menghabisi nyawa istrinya, Ansar kemudian membakar dirinya menggunakan bensin hingga meninggal dunia.
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah di Jalan Karaeng Makkawari, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, sekitar pukul 01.00 WITA.
Kapolsek Somba Opu Kompol Hambali mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat mengenai adanya pertengkaran di sebuah rumah yang berujung pada dua orang meninggal dunia.
"Informasi yang kami terima dari masyarakat menyebutkan adanya pertengkaran yang menyebabkan korban meninggal dunia. Keduanya merupakan pasangan suami istri," kata Hambali, Senin (5/10/2026).
Saat melakukan pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan Sariana telah meninggal dengan luka akibat senjata tajam. Luka tersebut terdapat di bagian dada, punggung, lengan hingga wajah. Secara keseluruhan, polisi menemukan sekitar 27 luka tusukan pada tubuh korban.
"Korban perempuan meninggal akibat luka tusukan di bagian dada, punggung dan lengan. Ada sekitar 27 luka tusukan," ujarnya.
Di lokasi yang sama, Ansar ditemukan dalam kondisi tubuh terbakar di area dapur. Polisi menduga pria tersebut sengaja membakar dirinya menggunakan bensin setelah menyerang istrinya.
"Suaminya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terbakar. Dugaan sementara, dia bunuh diri dengan cara membakar tubuhnya menggunakan bensin," jelas Hambali.
Berdasarkan informasi awal, kejadian bermula ketika Sariana dan Ansar terlibat pertengkaran di dalam rumah. Dalam situasi tersebut, Ansar diduga mengambil sebilah badik dan menyerang istrinya hingga meninggal dunia.
Setelah itu, Ansar diduga mengambil bensin dan menyiramkannya ke tubuh sendiri sebelum membakar diri di dapur. Api dan asap dari rumah tersebut kemudian diketahui warga sekitar.
Salah seorang saksi, Ashabul Kahfi, mengatakan warga menemukan dua orang dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumah. Salah satu korban ditemukan dalam keadaan terbakar.
"Ada dua mayat di dalam rumah, salah satunya terbakar," katanya.
Warga kemudian berusaha mendatangi rumah setelah melihat asap dan kobaran api. Mereka juga mendobrak pintu setelah mendengar suara seseorang meminta pertolongan.
Saat masuk ke dalam rumah, warga tidak hanya menemukan kedua korban. Seorang anak pasangan tersebut yang masih di bawah umur juga berada di dalam salah satu kamar. Anak itu diduga dikunci di kamar ketika kejadian berlangsung.
Keluarga korban yang tiba di lokasi setelah mendapat kabar kejadian tersebut tampak histeris melihat kondisi Sariana dan Ansar.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi peristiwa tersebut. Kedua jenazah selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani autopsi.
Selain melakukan pemeriksaan terhadap lokasi kejadian, polisi mengamankan sebilah badik yang diduga digunakan dalam penyerangan terhadap Sariana. Senjata tajam tersebut telah diamankan sebagai barang bukti.
Kasus tersebut kini ditangani Unit Reskrim Polsek Somba Opu bersama Polresta Gowa. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan motif serta rangkaian kejadian yang menyebabkan pasangan suami istri itu meninggal dunia.(da*)


