Notification

×

Iklan

Solok Selatan Tanam 1.000 Pohon untuk Pulihkan Lingkungan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:30 WIB Last Updated 2026-10-14T13:30:00Z

Pemkab Solsel bersama Pemerintah Provinsi Sumbar gelar aksi penanaman pohon

Padang Aro – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar aksi penanaman pohon sebagai upaya memulihkan ekosistem dan menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang atau galodo dan tanah longsor yang kerap melanda sejumlah daerah di Sumatera Barat.

Penanaman pohon tersebut dilaksanakan pada Rabu (14/10/2026) di SMA Negeri 9 Solok Selatan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat.

Melalui program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) yang melibatkan pemerintah kabupaten dan provinsi melalui Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KKPHP), sebanyak 1.000 bibit pohon produktif dan tanaman kehutanan disalurkan untuk ditanam.

Bibit yang disediakan terdiri atas alpukat, durian, manggis, kayu manis, dan kayu surian. Bantuan tersebut diberikan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Macang Badadu di Jorong Lasuang Batu, Nagari Kapau, serta SMA Negeri 9 Solok Selatan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. KTH Macang Badadu merupakan kelompok binaan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Solok Selatan.

Bupati Solok Selatan yang diwakili Staf Ahli Bupati, Indra Zuardi, mengatakan pemilihan sekolah sebagai salah satu lokasi penanaman memiliki tujuan untuk memperluas penghijauan sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda.

Dalam sambutan yang dibacakannya, Indra mengingatkan bahwa bencana hidrometeorologi yang terjadi di kawasan Solok dan sekitarnya pada tahun ini serta di sejumlah daerah Sumatera Barat pada akhir 2025 telah menimbulkan dampak besar. Bencana tersebut mengganggu kegiatan masyarakat hingga menyebabkan kerusakan berbagai fasilitas umum.

Menurutnya, bencana banjir bandang dan tanah longsor dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari cuaca ekstrem, curah hujan tinggi, kondisi lereng yang curam, hingga aktivitas sosial dan ekonomi yang dapat memicu kerusakan lahan.

“Berbagai kejadian bencana harus menjadi pelajaran bagi kita untuk lebih bijak dalam mengelola lingkungan. Perhitungan risiko bencana perlu ditingkatkan, termasuk melalui upaya memperbaiki dan menjaga tutupan lahan,” ujar Indra saat membacakan sambutan.

Program rehabilitasi tersebut juga mendukung sasaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada 2026, yakni memulihkan 1.890 hektare hutan dan lahan kritis di berbagai kawasan rawan bencana. Dari target tersebut, Kabupaten Solok Selatan memperoleh alokasi rehabilitasi seluas 75 hektare.

Indra menjelaskan, pelaksanaan RHL tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat melalui penanaman tanaman produktif.

Ia berharap upaya rehabilitasi tersebut dapat menjaga fungsi hutan dan lahan sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat dari hasil panen tanaman yang dibudidayakan.

Sementara itu, Kepala KKPHP Solok Selatan, Hasan, menyampaikan bahwa penanaman pohon di lahan KTH Macang Badadu diharapkan memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun kehidupan masyarakat.

Menurut Hasan, manfaat yang ditargetkan meliputi peningkatan tutupan lahan, perlindungan tanah dan sumber air, serta pemulihan kawasan hutan dan lahan yang membutuhkan perbaikan. Selain itu, tanaman produktif yang dikembangkan juga diharapkan dapat meningkatkan potensi pendapatan anggota kelompok tani dan masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap rehabilitasi hutan dan lahan dapat berjalan berkelanjutan, sehingga kelestarian lingkungan tetap terjaga dan manfaat ekonominya dapat dirasakan masyarakat.(Alwis)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update