![]() |
| Sekretaris Daerah Solok Selatan, Syamsurizaldi, saat memimpin monev progres pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026, Kamis (8/10/2026). |
Solok Selatan, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan membidik predikat salah satu daerah terbaik dalam pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026.
Untuk mewujudkan target tersebut, seluruh pihak yang terlibat diminta bekerja serius, menjaga kualitas pembangunan, serta menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan dan jadwal yang ditetapkan.
Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Solok Selatan, Syamsurizaldi, saat memimpin rapat monitoring dan evaluasi (monev) progres pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026, Kamis (8/10/2026).
Rapat yang dilaksanakan melalui Dinas Pendidikan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat serta Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan.
Dalam arahannya, Syamsurizaldi menegaskan bahwa Pemkab Solok Selatan memiliki komitmen kuat untuk menyukseskan program revitalisasi sekolah. Karena itu, kepala sekolah, panitia pembangunan satuan pendidikan (P2SP), dan konsultan pengawas diminta memperkuat kerja sama serta memastikan seluruh tahapan berjalan optimal.
“Pemkab Solok Selatan bertekad menjadi kabupaten terbaik dalam pelaksanaan program revitalisasi sekolah Tahun 2026. Untuk itu, saya berharap kepala sekolah, panitia P2SP dan konsultan pengawas dapat bekerja sama dan saling bahu membahu menyukseskan program ini,” ujar Syamsurizaldi.
Menurutnya, keberhasilan program revitalisasi tidak cukup hanya diukur dari rampungnya pembangunan fisik sekolah. Lebih dari itu, seluruh proses harus dilaksanakan sesuai aturan, tepat waktu, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia mengingatkan, program revitalisasi tersebut diperoleh melalui proses pengusulan dan perjuangan yang tidak mudah. Oleh sebab itu, kesempatan yang telah didapatkan harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan menunjukkan keseriusan dalam pelaksanaan pembangunan.
“Pengusulan untuk mendapatkan program ini tidaklah mudah. Pemerintah Kabupaten Solok Selatan harus berupaya keras untuk mendapatkan bantuan ini. Karena itu, kepala sekolah dan seluruh pelaksana jangan berlalai-lalai dalam melaksanakan pembangunan sekolah ini,” tegasnya.
Syamsurizaldi juga mengingatkan bahwa keberhasilan pelaksanaan program tahun ini akan berpengaruh terhadap kepercayaan pemerintah pusat dalam memberikan dukungan serupa pada tahun-tahun mendatang.
“Kalau program ini gagal tahun ini, maka tahun berikutnya kita akan kesulitan mendapatkan bantuan revitalisasi ini. Oleh sebab itu, mari kita laksanakan dengan sebaik-baiknya,” lanjutnya.
Untuk mengantisipasi hambatan di lapangan, Sekda meminta seluruh pelaksana segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan apabila menemukan kendala dalam proses pembangunan.
Menurutnya, setiap persoalan harus segera dilaporkan agar dapat dicarikan solusi bersama dan tidak berlarut-larut hingga menghambat progres pekerjaan.
“Kalau ada kendala di lapangan, silakan sampaikan kepada Dinas Pendidikan. Jangan dibiarkan berlarut-larut. Kita harus bersama-sama mencari solusi agar pelaksanaan program ini berjalan dengan baik,” katanya.
Melalui rapat monitoring dan evaluasi tersebut, Pemkab Solok Selatan berharap koordinasi antara penerima program, panitia P2SP, konsultan pengawas, dan pihak terkait semakin solid. Dengan demikian, pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target tanpa mengabaikan mutu bangunan maupun ketertiban administrasi.
Selain membahas progres pembangunan dan berbagai kendala yang ditemukan di lapangan, rapat tersebut juga diisi dengan sosialisasi perpajakan oleh Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Padang Aro.
BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Solok Selatan turut memberikan sosialisasi mengenai jaminan dan perlindungan bagi tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaan pembangunan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan program revitalisasi tidak hanya berjalan sesuai target, tetapi juga memenuhi aspek administrasi, perpajakan, serta perlindungan tenaga kerja.
Pemkab Solok Selatan berharap Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan, terutama melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah. (alwis)


