Notification

×

Iklan

Sawahlunto Sulap Bengkel Tua PTBA Jadi Arena Kempo

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:33 WIB Last Updated 2026-10-10T16:33:00Z

150 Kenshi Berlaga di Porprov XVI Sumbar

Sawahlunto, Rakyatterkini.com – Kota Sawahlunto menghadirkan nuansa berbeda dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Kawasan bersejarah Bengkel Utama PTBA Ombilin di Silungkang disulap menjadi arena pertandingan cabang olahraga Shorinji Kempo yang diikuti 150 atlet atau kenshi dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Pertandingan cabang olahraga bela diri tersebut resmi dimulai pada Sabtu (10/10/2026). Pembukaan dilakukan langsung oleh Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama Ketua Pengurus Provinsi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Sumatera Barat, Bagas Panyusunan Nasution.

Bangunan bekas Bengkel Utama PTBA yang menyimpan sejarah panjang pertambangan Ombilin kini difungsikan sebagai tempat pertandingan nomor Embu dan Randori. Kompetisi dijadwalkan berlangsung selama lima hari, hingga Rabu (14/10/2026).

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengatakan, pihaknya berupaya menjadikan Porprov bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan prestasi atlet sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, pemerintah kota berkomitmen memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan tertib dan lancar, termasuk memberikan pelayanan yang memadai bagi atlet, pelatih, serta ofisial dari berbagai daerah.

“Kami sebagai tuan rumah berusaha memastikan pertandingan berlangsung lancar, kebutuhan peserta terpenuhi, dan kegiatan olahraga ini turut memberikan dampak ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM kuliner di sekitar lokasi,” ujar Riyanda.

Ia menambahkan, menjadi tuan rumah ajang olahraga tingkat provinsi tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas pertandingan. Kualitas pelayanan, kemudahan memperoleh informasi, serta respons cepat terhadap kebutuhan peserta juga menjadi bagian penting dari penyelenggaraan.

Riyanda menilai, Porprov XVI Sumbar merupakan momentum untuk memperkenalkan potensi Sawahlunto kepada masyarakat luas. Selain mempromosikan kekayaan sejarah dan pariwisata daerah, kegiatan tersebut diharapkan mampu mempertemukan sektor olahraga dengan peluang usaha masyarakat.

Dampak kegiatan itu mulai terlihat dari meningkatnya aktivitas ekonomi di sekitar lokasi pertandingan. Berdasarkan pantauan di lapangan, kehadiran atlet, pelatih, dan ofisial turut meramaikan warung makan, penginapan atau homestay, hingga layanan transportasi ojek.

Pemerintah Kota Sawahlunto berharap keramaian selama Porprov dapat memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha lokal sekaligus memperkuat daya tarik kota yang dikenal dengan warisan sejarah pertambangannya tersebut.

“Kami ingin menjadikan Porprov sebagai sarana untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menghubungkan kegiatan olahraga dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tutur Riyanda.

Sementara itu, Ketua Pengprov Perkemi Sumatera Barat Bagas Panyusunan Nasution mengapresiasi langkah Sawahlunto yang memilih kawasan bersejarah sebagai lokasi pertandingan Kempo.

Menurut Bagas, penggunaan bekas Bengkel Utama PTBA bukan hanya memberikan nilai tambah dari sisi fasilitas, tetapi juga menghadirkan identitas dan karakter khas Sawahlunto sebagai kota yang memiliki sejarah panjang pertambangan.

Kawasan tersebut dinilai memiliki daya tarik tersendiri karena memadukan aktivitas olahraga dengan nilai sejarah dan potensi pariwisata daerah.

Lebih jauh, Porprov XVI Sumatera Barat 2026 juga menjadi ajang penting bagi para atlet Kempo untuk menguji kemampuan dan meningkatkan pengalaman bertanding. Kompetisi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembinaan atlet Sumatera Barat dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON).

Adapun nomor yang dipertandingkan dalam cabang Shorinji Kempo meliputi Embu dan Randori, baik kategori perorangan maupun beregu.

Melalui penyelenggaraan ini, Sawahlunto tidak hanya berupaya menyukseskan kompetisi olahraga, tetapi juga menunjukkan bahwa kawasan bersejarah dapat dimanfaatkan sebagai ruang kegiatan produktif yang mendukung prestasi, pariwisata, dan perekonomian daerah.(benny)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update