Notification

×

Iklan

RSBG 2026 Resmi Ditutup, Ribuan Warga Padati Lapangan Merdeka Kota Solok

Kamis, 15 Oktober 2026 | 06:44 WIB Last Updated 2026-10-14T23:44:39Z

Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, saat menutup Festival budaya Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026, Selasa (13/10/2026) malam.

Solok, Rakyatterkini.com – Festival budaya Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 resmi berakhir dengan meriah. Ribuan masyarakat memadati Lapangan Merdeka, Kota Solok, untuk menyaksikan malam puncak penutupan yang dipimpin Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, Selasa malam (13/10/2026).

Penutupan festival yang berlangsung selama empat hari, sejak 10 hingga 13 Oktober 2026, menjadi momentum kebersamaan masyarakat sekaligus perayaan kekayaan adat dan budaya Minangkabau. 
Beragam atraksi tradisional, pertunjukan seni, hingga hiburan musik mewarnai rangkaian acara yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Kemegahan malam puncak diawali dengan penampilan tari massal yang melibatkan pelajar sekolah dasar (SD) se-Kota Solok. Aksi para pelajar tersebut menghadirkan suasana semarak sekaligus menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap seni dan budaya lokal terus tumbuh di kalangan generasi muda.

Keterlibatan pelajar dalam festival ini bukan sekadar memeriahkan acara. Lebih dari itu, partisipasi mereka menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau sejak dini, agar warisan leluhur tetap terjaga dan diteruskan kepada generasi mendatang.

Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan RSBG 2026. Mulai dari panitia, jajaran perangkat daerah, pelaku seni dan budaya, komunitas, hingga masyarakat yang turut mengambil bagian dalam menyemarakkan festival tersebut.


Menurut Ramadhani, Rang Solok Baralek Gadang bukan sekadar agenda hiburan tahunan, melainkan wujud kebanggaan masyarakat terhadap adat dan budaya yang diwariskan para leluhur.

“Rang Solok Baralek Gadang bukan sekadar sebuah festival, tetapi wujud kebanggaan kita terhadap adat dan budaya yang diwariskan oleh para leluhur. Mari kita jaga dan lestarikan bersama, agar budaya Minangkabau tetap hidup dan menjadi kebanggaan generasi mendatang,” ujar Ramadhani.

Ia berharap RSBG dapat terus berkembang pada tahun-tahun mendatang, tidak hanya dari segi kualitas penyelenggaraan, tetapi juga manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Ramadhani menilai, festival budaya tersebut memiliki potensi besar untuk memperkuat sektor pariwisata, mengembangkan ekonomi kreatif, sekaligus membuka peluang promosi bagi pelaku usaha lokal, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ramainya kunjungan masyarakat selama festival diharapkan memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi daerah. Kehadiran pengunjung menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk lokal sekaligus meningkatkan aktivitas perdagangan selama kegiatan berlangsung.

Dengan kekayaan adat, tradisi, dan seni yang dimiliki, RSBG juga diharapkan semakin memperkuat posisi Kota Solok sebagai salah satu tujuan wisata budaya di Sumatera Barat.

Sepanjang pelaksanaannya, RSBG 2026 menghadirkan beragam atraksi yang merepresentasikan kekayaan tradisi Minangkabau. Pawai budaya, pertunjukan silek tuo, tari massal, hingga tradisi bakaua menjadi bagian penting dari rangkaian festival.

Atraksi tersebut tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal kembali tradisi yang menjadi bagian dari identitas daerah. Bagi generasi muda, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memahami nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.


Kemeriahan malam penutupan semakin terasa dengan penampilan artis Minang, Kevin Cotok dan Edi Cotok. Hiburan musik yang disuguhkan kedua bintang tamu tersebut disambut meriah oleh masyarakat yang memadati kawasan Lapangan Merdeka.

Perpaduan pertunjukan seni tradisional dan hiburan musik menjadikan malam puncak RSBG 2026 sebagai perayaan budaya yang menghadirkan suasana hangat, semarak, dan penuh kebersamaan.

Turut hadir dalam acara penutupan tersebut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Ketua dan anggota DPRD Kota Solok, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Solok, tamu undangan, serta masyarakat.

Berakhirnya RSBG 2026 menandai tuntasnya salah satu agenda unggulan kebudayaan dan pariwisata Kota Solok. Namun, semangat yang dibangun melalui festival ini diharapkan tidak berhenti bersama berakhirnya acara.

Nilai kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap adat Minangkabau diharapkan terus hidup dalam keseharian masyarakat. Pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat juga diharapkan terus memperkuat pelestarian tradisi sekaligus mengembangkan potensi budaya sebagai daya tarik wisata.

RSBG 2026 boleh berakhir, tetapi kebanggaan terhadap adat dan budaya Rang Solok harus terus menyala. 

Dengan menjaga warisan leluhur sekaligus membuka ruang bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, Kota Solok diharapkan mampu melangkah semakin maju tanpa kehilangan akar budaya yang menjadi jati dirinya. (sa/adv)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update