![]() |
| Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, wawako Suryadi, bersama forkopimda sedang membajak sawah pada acara Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026. |
Solok, Rakyatterkini.com – Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 resmi dibuka di Lapangan Merdeka Kota Solok, Sabtu (10/10/2026). Namun, di balik kemeriahan festival budaya tahunan tersebut, tersimpan pesan kuat tentang kepedulian, persaudaraan, dan solidaritas terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menegaskan kemeriahan sebuah perhelatan tidak boleh menghilangkan rasa empati terhadap sesama. Pesan itu menjadi salah satu sorotan dalam pembukaan RSBG 2026 yang berlangsung meriah, sekaligus sarat makna kemanusiaan.
Keputusan menggeser jadwal pelaksanaan festival dari agenda semula pada 2 Oktober 2026 menjadi 10–13 Oktober 2026 merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Solok terhadap masyarakat terdampak banjir bandang di Arosuka, Kabupaten Solok.
Menurut Ramadhani, penyesuaian jadwal tersebut dilakukan setelah mempertimbangkan masukan Bundo Kanduang dan tokoh masyarakat. Ia menilai, hubungan antara Kota Solok dan Kabupaten Solok bukan sekadar kedekatan geografis, melainkan ikatan persaudaraan yang harus terus dirawat.
“Ketika saudara kita di Arosuka sedang berduka, masyarakat Kota Solok turut merasakannya. Mari kita doakan bersama agar saudara-saudara kita segera bangkit, pulih, dan kembali beraktivitas seperti sediakala,” tutur Ramadhani.
Pesan tersebut memberikan warna tersendiri bagi RSBG tahun ini. Festival yang dikenal sebagai panggung kekayaan adat dan budaya Minangkabau itu tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga pengingat bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial merupakan bagian penting dari identitas masyarakat.
Pembukaan RSBG 2026 dihadiri Anggota DPD RI, Irman Gusman, Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Yozarwandi Usman Putra, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, Wakil Wali Kota Solok, Ketua DPRD Kota Solok beserta anggota, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Solok, tokoh adat, Bundo Kanduang, organisasi kemasyarakatan, serta perwakilan pemerintah daerah lainnya.
Kemegahan pembukaan RSBG 2026 diawali dengan pawai budaya yang menampilkan kekayaan tradisi masyarakat. Suasana semakin semarak melalui pertunjukan tari massal Tapak Kubuang Tigo Baleh yang dibawakan siswa-siswi SMP se-Kota Solok.
Tarian tersebut mengangkat nilai perjuangan, kepemimpinan adat, persatuan, dan semangat kebersamaan dalam membangun kehidupan yang berlandaskan adat Minangkabau.
Gerakan para penari yang berpadu menjadi gambaran semangat gotong royong dan musyawarah. Pertunjukan itu sekaligus menjadi penghormatan terhadap jejak para leluhur serta pengingat bahwa warisan budaya akan terus hidup apabila dijaga bersama.
Penampilan generasi muda tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab generasi terdahulu. Anak-anak muda juga memiliki peran penting dalam menjaga dan meneruskan tradisi kepada generasi berikutnya.
Anggota DPD RI, Irman Gusman, mengapresiasi penyelenggaraan Rang Solok Baralek Gadang. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi ruang penting untuk merawat tradisi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau kepada masyarakat yang lebih luas.
RSBG 2026 juga menjadi momentum penting bagi Kota Solok setelah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN), program Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan berbagai kegiatan unggulan daerah di Indonesia.
Masuknya RSBG dalam KEN diharapkan memperluas promosi budaya dan pariwisata Kota Solok, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Di balik penyelenggaraan festival, Pemerintah Kota Solok juga mendorong transformasi daerah agar tidak hanya dikenal sebagai kota persinggahan, tetapi berkembang menjadi destinasi wisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ramadhani menyampaikan sejumlah langkah penataan dan pengembangan kota untuk memperkuat daya tarik daerah. Salah satunya melalui revitalisasi pusat kota, termasuk pengembangan taman kota menjadi Taman Literasi dan Budaya sebagai ruang kreativitas, edukasi, dan interaksi masyarakat.
Selain itu, perbaikan jalan utama dan kawasan permukiman ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Pemerintah Kota Solok juga menyampaikan rencana pembangunan akses jalan baru di kawasan utara kota melalui proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pembangunan tersebut diharapkan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan konektivitas kawasan.
Potensi wisata paralayang juga menjadi salah satu peluang yang ingin dikembangkan untuk menjangkau pasar wisata yang lebih luas, termasuk wisatawan mancanegara.
Irman Gusman turut mendukung upaya pengembangan tersebut. Ia berharap Kota Solok tidak hanya dikenal sebagai Kota Beras, tetapi juga mampu memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat.
Perpaduan pembangunan infrastruktur, pelestarian budaya, dan promosi pariwisata diharapkan menciptakan peluang baru bagi pelaku UMKM, seniman, pelaku usaha, serta masyarakat secara luas.
RSBG 2026 berlangsung selama empat hari, mulai 10 hingga 13 Oktober, dengan beragam agenda yang memadukan tradisi, permainan anak nagari, pertunjukan seni, dan hiburan masyarakat di Lapangan Merdeka serta kawasan Sawah Solok.
Pada hari kedua, Minggu (11/10/2026), rangkaian kegiatan diisi dengan tradisi Turun Ka Sawah, termasuk prosesi Bakaua dan Ka Sawah.
Tradisi tersebut menjadi daya tarik utama karena memperlihatkan kedekatan masyarakat Minangkabau dengan dunia pertanian. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menyimpan nilai kebersamaan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap warisan leluhur.
Selain prosesi adat, pengunjung juga disuguhi berbagai permainan tradisional dan pertunjukan seni budaya. Sejumlah penampilan yang dijadwalkan antara lain Tari Palito Mandeh, Tari Suluah Galanggang, komposisi musik tradisional dari SMPN 2 Kota Solok, Tari Bandaro Putiah, Tari Piriang Ateh Karambia oleh Sanggar Saayun Sangkah, Fantasia Limo Puti dari SMPN 5 Solok, serta penampilan Pocii dari Polres Solok Kota.
Panggung malam turut dimeriahkan dengan Tari Puti Karang Manih, peragaan busana Dekranasda, penampilan Sanggar Lubuak Saiyo, solo song Cheril Beel, Tari Pamenan Puti Tungga, dan bintang tamu Ifan Seventeen.
Beragam agenda tersebut diharapkan menarik minat masyarakat dan wisatawan untuk datang ke Kota Solok, menikmati kekayaan budayanya, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi pelaku usaha lokal.
Melalui RSBG 2026, Pemerintah Kota Solok berupaya memperkuat identitas daerah dengan tagline “Kota Beras Serambi Madinah”. Perhelatan ini menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan kreativitas, warisan leluhur dan gagasan generasi muda, serta promosi pariwisata dan penguatan ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kota Solok juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut dengan menjaga ketertiban, kenyamanan, dan semangat kebersamaan.
Lebih dari sekadar festival budaya, RSBG 2026 membawa pesan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, kemegahan acara, atau meningkatnya kunjungan wisatawan. Kuatnya persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama juga menjadi bagian penting dari keberhasilan pembangunan.
Dengan semangat “Kota Beras Serambi Madinah”, Rang Solok Baralek Gadang 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Kota Solok sebagai daerah yang mampu menjaga tradisi, mengembangkan potensi wisata, dan membuka peluang kesejahteraan bagi masyarakatnya. (sa/adv)




