Notification

×

Iklan

RSBG 2026 Meriahkan Kota Solok, UMKM Ikut Bergeliat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 01:24 WIB Last Updated 2026-10-12T18:24:00Z

Rang Solok Baralek Gadang 2026

Solok, Rakyatterkini.com – Festival Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 kembali digelar di Kota Solok, Sumatera Barat, pada 10–13 Oktober 2026. Memasuki tahun kelima penyelenggaraan, festival ini menjadi wadah pelestarian adat dan budaya Minangkabau sekaligus mendorong perkembangan sektor pariwisata serta ekonomi kreatif daerah.

Beragam atraksi budaya, pertunjukan seni tradisional, permainan anak nagari, hingga puluhan stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut memeriahkan agenda tahunan tersebut.

Pembukaan RSBG 2026 berlangsung di Lapangan Merdeka Kota Solok, Sabtu (10/10/2026). Acara diawali dengan pawai budaya yang melibatkan perwakilan kelurahan dan nagari di kawasan Kubuang Tigo Baleh.

Suasana semakin semarak dengan penampilan tari massal Tapak Kubuang Tigo Baleh yang dibawakan oleh para pelajar SMP se-Kota Solok.

Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menyampaikan bahwa RSBG bukan sekadar festival kesenian, melainkan juga sarana memperkuat identitas masyarakat Minangkabau yang berlandaskan adat, agama, dan nilai kebersamaan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal kembali warisan budaya sekaligus mempererat persatuan dan menanamkan kecintaan terhadap tanah kelahiran kepada generasi penerus.

“Rang Solok Baralek Gadang adalah cermin siapa kita, masyarakat Minangkabau yang teguh memegang adat, berpegang pada agama, dan bangga pada tanah kelahiran. Di sini kita hadir bukan hanya untuk menyaksikan seni, budaya, dan tradisi, tetapi juga untuk menyatukan hati, menumbuhkan harapan, serta merawat warisan untuk anak cucu kita,” ujarnya.

RSBG Jadi Wujud Solidaritas bagi Korban Galodo

Pelaksanaan RSBG tahun ini juga mengusung semangat kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana galodo di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok.

Perubahan jadwal festival menjadi 10–13 Oktober 2026 merupakan salah satu bentuk penyesuaian terhadap situasi yang tengah dihadapi masyarakat di wilayah Solok Raya.

Dalam sambutan Gubernur Sumatera Barat yang dibacakan Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Yozarwandi Usman Putra, disampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kota Solok, Kementerian Pariwisata, unsur adat, panitia penyelenggara, seniman, budayawan, petani, pelaku UMKM, sponsor, relawan, dan seluruh masyarakat yang mendukung kegiatan tersebut.

Ia juga mengajak masyarakat mendoakan para korban bencana agar diberi ketabahan dan dapat segera bangkit dari situasi sulit.

Semangat solidaritas itu, menurutnya, merupakan bagian penting dari nilai budaya Minangkabau. Budaya tidak hanya tercermin melalui pertunjukan seni, tetapi juga melalui kepedulian dan kesediaan masyarakat untuk saling membantu ketika menghadapi musibah.

RSBG 2026 turut tercatat dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) yang diinisiasi Kementerian Pariwisata untuk memperkuat promosi dan pengembangan berbagai kegiatan unggulan di daerah.

Masuknya festival tersebut dalam KEN dinilai sebagai peluang bagi Kota Solok untuk memperluas promosi potensi budaya dan pariwisata ke jangkauan yang lebih luas.

Irman Gusman Dorong Pengembangan Agrowisata

Anggota DPD RI, Irman Gusman, juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Rang Solok Baralek Gadang. Ia menilai festival tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang melampaui perayaan budaya tahunan.

Ia berharap RSBG semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional, sekaligus menjadi pintu masuk bagi pengembangan pariwisata berbasis pertanian atau agrowisata di Kota Solok.

Menurut Irman, kawasan persawahan tidak hanya menawarkan pemandangan yang menarik bagi wisatawan, tetapi juga berperan sebagai sumber penghidupan masyarakat, pusat produksi pangan, penopang ketahanan pangan, serta bagian dari sejarah dan identitas daerah.

Oleh sebab itu, pengembangan sektor pariwisata perlu dilakukan secara seimbang dengan upaya menjaga keberadaan lahan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Makan Baronjin dan Atraksi Seni Warnai Pembukaan

Kemudahan bagi pengunjung untuk mengenal kuliner khas daerah juga menjadi bagian dari kemeriahan pembukaan RSBG 2026. Seluruh pengunjung disuguhi Makan Baronjin yang disiapkan langsung oleh Bundo Kanduang Kota Solok.

Satu paket nasi baronjin dilengkapi beragam hidangan pendamping, di antaranya karucuik baluik dengan kuah santan bercita rasa khas serta samba nan ampek.

Selain sajian kuliner tradisional, pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai permainan anak nagari, pertunjukan tari, dan solo song. Rangkaian acara hari pertama kemudian ditutup dengan penampilan D Plust Band pada malam hari.

Bakaua, Tradisi Leluhur yang Tetap Dilestarikan

Memasuki hari kedua, Minggu (11/10/2026), kemeriahan festival berlanjut dengan prosesi Bakaua Turun ka Sawah yang diikuti Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra.

Bakaua merupakan tradisi masyarakat Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini mengandung nilai kebersamaan, ungkapan rasa syukur, serta doa dan harapan agar masyarakat memperoleh keberkahan dan kehidupan yang sejahtera.

Melalui pelaksanaan prosesi tersebut, RSBG menjadi sarana untuk memperkenalkan adat istiadat kepada generasi muda sekaligus memastikan tradisi leluhur tetap dikenal dan dijalankan di tengah perubahan zaman.

Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa festival budaya tidak hanya berisi hiburan, tetapi turut menghadirkan praktik adat yang masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Pemerintah Kota Solok berharap pelestarian tradisi dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata berbasis budaya sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Pada hari kedua, sejumlah atraksi turut memeriahkan acara, termasuk Tari Piriang Ateh Karambia. Penampilan khusus Ifan Seventeen menjadi penutup rangkaian kegiatan pada hari tersebut.

Antusiasme masyarakat terlihat dari ribuan warga yang memadati Lapangan Merdeka Kota Solok untuk menyaksikan berbagai pertunjukan dan menikmati suasana festival.

Puluhan Stan UMKM Ramaikan Festival

Tidak hanya berfokus pada pelestarian adat dan kesenian, RSBG 2026 juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat maupun wisatawan.

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menghadirkan 11 stan, sementara total stan UMKM yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut mencapai sekitar 45 stan.

Berbagai produk ekonomi kreatif, makanan khas, dan kuliner tradisional ditawarkan kepada pengunjung. Kehadiran para pelaku usaha ini diharapkan dapat memperluas pasar produk lokal sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi selama festival berlangsung.

Melalui kegiatan tersebut, wisatawan tidak hanya memperoleh pengalaman menikmati seni dan budaya Minangkabau, tetapi juga berkesempatan mengenal produk unggulan daerah serta berbelanja hasil usaha masyarakat setempat.

Wali Kota Solok berharap penyelenggaraan RSBG memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menghadirkan keramaian selama acara berlangsung.

Ia juga mendorong pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif agar memanfaatkan momentum festival untuk meningkatkan mutu produk, memperbaiki kemasan, memberikan pelayanan yang lebih baik, serta memperluas pemasaran.

Dengan demikian, Rang Solok Baralek Gadang diharapkan terus berkembang sebagai agenda budaya unggulan yang mampu menjaga warisan tradisi Minangkabau sekaligus memperkuat pariwisata dan perekonomian Kota Solok.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update