Notification

×

Iklan

PMI Pasbar Aktifkan SIBAT, Warga Rantau Panjang Disiapkan Hadapi Ancaman Banjir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 20:42 WIB Last Updated 2026-10-09T13:42:35Z

‎Adriwilza dan Natran Hanri menanam pohon kelapa genjah saat peluncuran program SIBAT di Rantau Panjang, Pasaman Barat, Jumat (9/10/2026).

‎Pasaman Barat, Rakyatterkini.com — Palang Merah Indonesia (PMI) Pasaman Barat kembali mengaktifkan program Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) di Jorong Rantau Panjang, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Jumat (9/10/2026). 

Program ini ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, terutama banjir.
‎
‎Peluncuran program tersebut ditandai dengan penanaman pohon kelapa genjah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
‎
Bupati ‎Pasaman Barat, diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Natran Hanri menekankan bahwa keberhasilan program kesiapsiagaan bencana tidak cukup hanya dengan membentuk kelompok masyarakat. Diperlukan kesadaran, kepedulian, dan keterlibatan aktif warga agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.
‎
‎“Program siaga bencana harus diiringi dengan kesadaran masyarakat. Tanpa kesadaran tersebut, program yang dilaksanakan tidak akan berjalan maksimal. Karena itu, kita berharap melalui program ini kesadaran masyarakat semakin meningkat, terutama dalam bentuk kepedulian dan gotong royong,” ujar Natran.
‎
‎Ia mengatakan, kesadaran tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari membangun komunikasi antarwarga, mengenali persoalan di lingkungan sekitar, hingga mencari solusi bersama.
‎
‎Natran juga menekankan pentingnya sinergi antara kelompok SIBAT, pemerintah nagari, dan unsur masyarakat lainnya. Menurutnya, penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak sesuai dengan tugas dan peran masing-masing.
‎
‎Sementara itu, perwakilan PMI Pasaman Barat, Sukarman, menjelaskan bahwa program SIBAT bukan hal baru bagi masyarakat Rantau Panjang. PMI sebelumnya telah melaksanakan program serupa pada periode 2011–2014.
‎
‎Pengaktifan kembali program tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengenali risiko bencana, mempersiapkan diri, serta melakukan tindakan awal ketika situasi darurat terjadi.
‎
‎Sukarman berharap kelompok SIBAT tidak sekadar terbentuk saat peluncuran program, tetapi mampu menjalankan perannya secara aktif dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
‎
‎Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana menjadi penting agar masyarakat dapat merespons keadaan darurat secara terkoordinasi dan tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan dari luar.
‎
‎Pada kesempatan yang sama, Dewan Kehormatan PMI Pasaman Barat sekaligus anggota DPRD, Adriwilza, menyoroti kekhawatiran masyarakat Rantau Panjang terhadap ancaman banjir, terutama saat hujan turun.
‎
‎Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi bencana hanya karena kondisi lingkungan terlihat aman dalam aktivitas sehari-hari. Menurutnya, langkah pencegahan dan kesiapsiagaan perlu dilakukan sebelum bencana terjadi.
‎
‎Adriwilza berharap keberadaan kelompok SIBAT dapat meningkatkan pemahaman warga mengenai risiko bencana, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat semangat gotong royong.
‎
‎Ia juga mengapresiasi penanaman pohon kelapa genjah dalam kegiatan tersebut. Selain menjadi bagian dari upaya kepedulian lingkungan, tanaman itu diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat ketika telah tumbuh dan menghasilkan buah. (*/wan)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update