Jakarta, Rakyatterkini.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang disertai kabut asap tebal di Kalimantan Tengah turut memukul perekonomian masyarakat. Untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan pangan kepada 450.000 warga yang terdampak.
Bantuan tersebut dikemas dalam paket sembako yang terdiri atas sejumlah kebutuhan pokok, seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng. Sasaran utama program ini adalah masyarakat kurang mampu serta pekerja sektor informal yang mengalami penurunan penghasilan akibat terbatasnya aktivitas masyarakat di luar rumah.
Penyaluran bantuan ini mendapat sambutan positif dari warga, termasuk para pengemudi ojek online (ojol) dan porter yang bekerja di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya.
Kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut menyebabkan pendapatan pengemudi ojol merosot hingga 50–60 persen. Kondisi ini dipengaruhi oleh berkurangnya mobilitas masyarakat serta penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi para pelajar.
Salah seorang pengemudi ojol penerima bantuan, Saipulah, mengungkapkan bahwa jumlah pesanan yang diterimanya menurun drastis selama kabut asap terjadi. Menurutnya, masyarakat cenderung mengurangi kegiatan di luar rumah sehingga berdampak langsung terhadap pendapatan para pengemudi.
“Selama kabut asap, warga lebih banyak berada di rumah dan kegiatan belajar di sekolah dialihkan ke PJJ. Akibatnya, pesanan menjadi sangat sepi. Bantuan sembako ini cukup membantu kami dalam memenuhi kebutuhan dapur,” ujar Saipulah.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyatakan bahwa pemerintah daerah berupaya menangani dampak karhutla secara menyeluruh, mulai dari pemenuhan kebutuhan masyarakat hingga perlindungan bagi petugas dan relawan yang terlibat dalam pemadaman.
Selain mendistribusikan bantuan pangan kepada ratusan ribu warga, Pemprov Kalteng juga menyalurkan air bersih dalam jumlah besar serta memberikan perlindungan asuransi bagi relawan yang bertugas memadamkan kebakaran.
“Pemerintah Provinsi tidak hanya menyalurkan bantuan sembako kepada 450 ribu warga terdampak. Kami juga mendistribusikan 11 juta liter air bersih untuk masyarakat serta memfasilitasi perlindungan asuransi bagi seluruh relawan yang mempertaruhkan nyawa dalam upaya pemadaman karhutla,” kata Agustiar Sabran, Senin (19/10/2026).
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemprov Kalteng berharap kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dan aktivitas ekonomi warga dapat terus berjalan di tengah situasi darurat kabut asap. Pemerintah juga berharap kondisi cuaca dan kualitas udara segera membaik sehingga kehidupan masyarakat dapat kembali normal.(da*)


