Sawahlunto, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Sawahlunto memperkuat kerja sama dengan TNI dalam upaya mempercepat pembangunan desa melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026. Program tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama Komandan Kodim 0310/SSD Letkol Inf. Dicky Sakti Maulana di Lapangan Talawi, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan TMMD yang berlangsung hingga 11 November 2026 ini menyasar tiga desa di Kecamatan Talawi, yakni Batu Tanjung, Tumpuak Tangah, dan Datar Mansiang. Program tersebut menggabungkan pembangunan infrastruktur dengan pemberdayaan masyarakat melalui keterlibatan TNI, pemerintah daerah, serta berbagai unsur terkait.
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengatakan, TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, Pemko Sawahlunto mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,4 miliar melalui APBD untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Dana itu digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang menunjang aktivitas ekonomi sekaligus kegiatan pemberdayaan guna meningkatkan kualitas hidup warga.
Ia menjelaskan, pelaksanaan TMMD melibatkan berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi vertikal, hingga badan usaha milik negara (BUMN). Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pembangunan dan menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah sasaran.
Pada sektor fisik, sejumlah pekerjaan diprioritaskan untuk memperbaiki akses dan fasilitas dasar masyarakat. Di antaranya pembukaan serta pelebaran jalan menuju sentra produksi pertanian, pembangunan drainase dan jembatan penghubung, serta penyediaan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Program ini juga mencakup perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), rehabilitasi fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), dan pembenahan pasar desa.
Selain pembangunan infrastruktur, TMMD ke-130 turut menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik. Agenda tersebut meliputi penyuluhan di bidang pertanian dan perikanan, penanaman jagung secara serentak untuk mendukung ketahanan pangan nasional, serta edukasi mengenai wawasan kebangsaan dan mitigasi bencana.
Kegiatan lainnya mencakup sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, pelayanan administrasi kependudukan langsung di desa, serta penyuluhan terkait pencegahan stunting dan penyakit tidak menular.
Komandan Kodim 0310/SSD Letkol Inf. Dicky Sakti Maulana menjelaskan, pemilihan tiga desa di Kecamatan Talawi didasarkan pada potensi pertanian yang dimiliki wilayah tersebut. Namun, potensi itu masih membutuhkan dukungan infrastruktur dan penguatan kapasitas masyarakat agar dapat berkembang secara optimal.
Ia menegaskan bahwa TMMD merupakan bentuk nyata kemitraan antara TNI dan masyarakat. Melalui program tersebut, TNI tidak hanya berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur desa, tetapi juga mendorong kemandirian warga.
Dukungan terhadap pelaksanaan TMMD juga datang dari sejumlah lembaga dan perusahaan. BAZNAS Provinsi Sumatera Barat memberikan bantuan renovasi RTLH untuk empat unit rumah dengan nilai keseluruhan Rp100 juta.
Sementara itu, BAZNAS Kota Sawahlunto menyalurkan bantuan sembako kepada 50 mustahik yang berada di wilayah pelaksanaan TMMD.
Dukungan di bidang penghijauan produktif diberikan oleh Dinas Hortikultura Provinsi Sumatera Barat melalui bantuan 150 bibit jeruk, 25 bibit petai, dan 25 bibit durian. Adapun PT Semen Padang menyumbangkan 250 sak semen untuk menunjang pekerjaan pembangunan fisik.
Dengan dukungan dana, material, dan tenaga dari berbagai pihak, pelaksanaan TMMD ke-130 di Sawahlunto diharapkan dapat mempercepat pembangunan desa sesuai kebutuhan masyarakat. Program ini juga ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan, memperbaiki akses ekonomi, serta meningkatkan ketersediaan layanan dasar.
Melalui kegiatan tersebut, pembangunan desa diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan memperkuat kemandirian masyarakat di Kecamatan Talawi.(benny)


