Notification

×

Iklan

Pemko Pariaman Gelar Festival Malingka Carano dan Lomba Lagu Minang

Jumat, 09 Oktober 2026 | 11:29 WIB Last Updated 2026-10-09T04:55:47Z

Pemko Pariaman menggelar Festival Malingka Carano

Pariaman, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menggelar Festival Malingka Carano Jo Arai Pinang dan Lomba Lagu Minang di Panggung Utama Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, Kamis (8/10/2026). 

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga kelestarian adat dan budaya Minangkabau sekaligus menanamkan kecintaan terhadap tradisi daerah kepada generasi muda.

Festival tersebut dibuka oleh Wali Kota Pariaman yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pariaman, Elfis Chandra. Pelaksanaannya merupakan inovasi Kecamatan Pariaman Timur yang berada di bawah koordinasi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).

Dalam sambutannya, Elfis Chandra mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pengembangan inovasi di tingkat kecamatan. Setiap kecamatan di Kota Pariaman didorong untuk menghadirkan setidaknya satu inovasi setiap tahun.

Kecamatan Pariaman Timur kemudian memilih Festival Malingka Carano Jo Arai Pinang tingkat Sumatera Barat (Sumbar) dan Lomba Lagu Minang tingkat Kota Pariaman sebagai program unggulannya.

Menurut Elfis, pelaksanaan festival ini memiliki peran penting dalam mempertahankan keberadaan adat istiadat Minangkabau. Carano, sebagai salah satu perlengkapan yang memiliki nilai penting dalam tradisi masyarakat Minang, selalu hadir dalam berbagai prosesi adat.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menjaga dan melestarikan budaya serta adat istiadat yang menjadi identitas masyarakat Ranah Minang. Carano memiliki makna penting dalam kehidupan adat Minangkabau karena digunakan dalam berbagai kegiatan adat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perkembangan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan yang berpotensi memengaruhi keberlangsungan tradisi lokal. Menurutnya, pelestarian budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan agar nilai-nilai adat tidak semakin terkikis dan tetap diwariskan kepada generasi penerus.

Karena itu, festival tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi para pelajar agar lebih mengenal, memahami, dan mencintai warisan budaya Minangkabau, khususnya tradisi malingka carano jo arai pinang.

Festival Malingka Carano Jo Arai Pinang tahun ini diikuti oleh 87 peserta, sedangkan Lomba Lagu Minang diikuti 75 peserta. Seluruh peserta merupakan siswa dan siswi dari Kota Pariaman yang turut ambil bagian dalam memeriahkan kegiatan tersebut.

Elfis berharap para peserta tidak hanya menjadikan festival ini sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai langkah awal untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya daerah.

Ia mengajak generasi muda untuk terus mengenal dan menerapkan nilai-nilai budaya Minangkabau dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tradisi leluhur tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

“Jadikan festival ini sebagai awal untuk tumbuh menjadi generasi yang bangga terhadap budaya Minangkabau. Mari kita rawat tradisi ini agar tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan pedoman bagi generasi selanjutnya,” tutupnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update