Pariaman, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman terus melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tungkal Selatan. Saat ini, pengelolaan sampah di lokasi tersebut mulai beralih dari metode open dumping atau pembuangan terbuka ke sistem control landfill sebagai tahapan menuju penerapan sanitary landfill.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kota Pariaman, Muhammad Arif Gunawan, Senin (12/10/2026), menjelaskan bahwa metode control landfill menjadi alternatif yang lebih baik untuk mengurangi dampak dari sistem pembuangan sampah terbuka.
Dalam penerapannya, sampah yang dibawa truk pengangkut akan dibongkar, diratakan, kemudian ditutup menggunakan tanah uruk. Proses tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas penanganan sampah di TPA Tungkal Selatan.
Arif menyebutkan, Pemko Pariaman tetap menjadikan sistem sanitary landfill sebagai sasaran jangka panjang dalam pengembangan pengelolaan sampah. Meski demikian, penerapan metode tersebut memerlukan kesiapan infrastruktur, fasilitas penunjang, serta ketersediaan anggaran yang mencukupi.
Salah satu fasilitas penting yang harus dibangun adalah kolam pengolahan air lindi. Fasilitas ini berfungsi menangani cairan yang muncul akibat proses penguraian dan penumpukan sampah agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.
Menurutnya, pembangunan berbagai sarana pendukung tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun, keterbatasan kemampuan keuangan daerah saat ini menjadi salah satu kendala sehingga sistem sanitary landfill belum dapat diterapkan secara menyeluruh.
Di tengah upaya pembenahan tersebut, jumlah sampah yang masuk ke TPA Tungkal Selatan juga mengalami penurunan. Kondisi ini dipengaruhi oleh pengelolaan sebagian sampah melalui fasilitas Pusat Daur Ulang (PDU).
Walaupun menghadapi keterbatasan anggaran, Pemko Pariaman tetap berkomitmen mewujudkan sistem sanitary landfill. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta pemenuhan kebutuhan infrastruktur berdasarkan ketentuan teknis yang berlaku.
Arif berharap, membaiknya kondisi keuangan daerah nantinya dapat membuka peluang pembangunan fasilitas pendukung yang dibutuhkan. Dengan demikian, pengelolaan sampah di TPA Tungkal Selatan dapat berjalan lebih maksimal, sekaligus memenuhi standar teknis dan memperhatikan kelestarian lingkungan.(da*)


