Notification

×

Iklan

Pemko Padang Terapkan Antrean Digital Truk Solar

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:27 WIB Last Updated 2026-10-11T08:27:00Z

Pemko Padang melakukan penataan serta pemindahan lokasi antrean truk pengisian BBM

Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang mulai menerapkan sistem antrean digital bagi kendaraan angkutan barang yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi. Kebijakan yang berlaku sejak Sabtu (10/10/2026) ini bertujuan mengurai kemacetan akibat antrean truk di sekitar SPBU Bandar Buat.

Melalui sistem baru tersebut, kendaraan truk yang akan mengisi solar diarahkan untuk menunggu di Tempat Khusus Parkir (TKP) Truk Koto Lalang. Lokasi ini disediakan sebagai tempat antrean khusus bagi pelanggan SPBU Bandar Buat sehingga kendaraan tidak lagi menumpuk di bahu jalan.

Sebelumnya, antrean panjang truk kerap mengganggu kelancaran lalu lintas, meningkatkan potensi kecelakaan, serta menghambat aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di sekitar SPBU. Kondisi tersebut mendorong Pemko Padang mencari solusi yang lebih teratur dan efektif.

Untuk merealisasikan kebijakan ini, Pemko Padang berkolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya kepolisian, TNI, Bank Nagari, Hiswana Migas, serta pengelola SPBU Bandar Buat. Pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting dalam penataan antrean kendaraan tersebut.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang meninjau pelaksanaan sistem pada hari pertama, mengatakan bahwa penyediaan lokasi antrean khusus diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi sopir truk sekaligus menjaga ketertiban jalan raya.

Menurutnya, para pengemudi dapat menunggu di area parkir yang telah disediakan. Setelah nomor antrean dipanggil melalui sistem digital, kendaraan baru diarahkan menuju SPBU untuk melakukan pengisian BBM.

Dengan mekanisme tersebut, antrean kendaraan di jalan raya dapat dikurangi sehingga tidak lagi membahayakan pengguna jalan maupun menghambat kegiatan ekonomi masyarakat setempat.

Fadly juga menegaskan bahwa penerapan teknologi dalam pelayanan publik merupakan bagian dari upaya Pemko Padang memperkuat konsep kota pintar atau Smart City. Digitalisasi, termasuk dalam sistem pembayaran melalui perbankan dan pelayanan organisasi perangkat daerah (OPD), dinilai penting untuk menciptakan tata kelola perkotaan yang lebih modern dan terintegrasi.

Dari sisi kapasitas, TKP Truk Koto Lalang mampu menampung sekitar 80 kendaraan berat dalam kondisi bersamaan. Melalui pengaturan arus kendaraan dan pergantian antrean, lokasi tersebut diperkirakan dapat melayani hingga 200 truk setiap hari.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Yudi Indra Sani, menjelaskan bahwa pemindahan lokasi antrean merupakan langkah penataan lalu lintas agar kendaraan tidak lagi memenuhi badan jalan.

Ia mengakui, kebijakan tersebut belum dapat mengatasi persoalan ketersediaan solar bersubsidi. Namun, setidaknya, sistem ini menjadi langkah nyata untuk meminimalkan gangguan lalu lintas dan mengurangi dampak antrean terhadap masyarakat.

Selain mengatur pergerakan kendaraan, sistem digital ini juga dirancang untuk mempersempit peluang praktik pelangsiran atau penyalahgunaan distribusi solar bersubsidi.

Pendaftaran antrean terintegrasi dengan kode respons cepat atau QR Code yang disediakan melalui sistem Bank Nagari. Setiap sopir memperoleh kode antrean yang hanya dapat digunakan satu kali dalam kurun waktu 24 jam.

Dengan pembatasan tersebut, penggunaan nomor antrean diharapkan lebih terkendali. Nomor yang diterbitkan melalui sistem juga tidak dapat diperjualbelikan, sehingga peluang praktik pelangsiran dapat ditekan.

Penerapan fasilitas ini mendapat tanggapan positif dari kalangan sopir truk. Yudi, seorang pengemudi berusia 56 tahun yang mengangkut pupuk bersubsidi, mengaku terbantu dengan adanya tempat parkir khusus untuk menunggu giliran pengisian BBM.

Ia menilai, pemindahan antrean dari tepi jalan ke area parkir membuat aktivitas sopir menjadi lebih nyaman sekaligus mengurangi potensi perselisihan dengan warga di sekitar SPBU.

Yudi berharap fasilitas serupa dapat disediakan di SPBU lain yang juga menghadapi persoalan antrean panjang. Menurutnya, keberadaan terminal antrean khusus akan membantu menciptakan ketertiban dan memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan.

Sejalan dengan harapan tersebut, Pemko Padang berencana memperluas penerapan sistem antrean digital ke sejumlah SPBU lain yang berpotensi menimbulkan kemacetan.

Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari pengembangan Padang Smart City, khususnya dalam mewujudkan lingkungan perkotaan yang tertib, pelayanan pemerintahan berbasis teknologi, serta masyarakat yang semakin cerdas dan produktif.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update