Notification

×

Iklan

Pemko Padang Genjot Gastronomi untuk Dongkrak Ekonomi

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:15 WIB Last Updated 2026-10-10T14:15:00Z

Wali Kota Padang Fadly Amran menggelar temu ramah 

Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mendorong pengembangan sektor gastronomi sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Berbagai upaya dilakukan untuk mengoptimalkan potensi kuliner lokal sekaligus meningkatkan daya saing Kota Padang di tingkat nasional maupun internasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pertemuan dan konsolidasi antara Wali Kota Padang, Fadly Amran, dengan ratusan pelaku usaha gastronomi di Pangeran Beach Hotel, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi pemerintah daerah dan para pelaku usaha untuk memperkuat komunikasi, menyamakan persepsi, serta membangun kolaborasi dalam mengembangkan industri gastronomi di Kota Padang.

Dalam pertemuan itu, Fadly Amran menegaskan bahwa pengembangan sektor kuliner memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, kemajuan gastronomi harus didukung ekosistem usaha yang saling terhubung, mulai dari produksi hingga pemasaran, serta bersinergi dengan sektor pariwisata dan jasa lainnya.

Ia menilai Kota Padang memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri gastronomi sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Potensi tersebut terlihat dari banyaknya usaha kuliner yang dapat dikolaborasikan dengan industri perhotelan serta layanan perjalanan ibadah umrah dan haji.

Keterhubungan antarsektor itu dinilai dapat membuka peluang usaha yang lebih luas sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) apabila dikelola secara optimal.

Untuk mendukung perkembangan tersebut, Pemko Padang berupaya menciptakan iklim investasi yang mendukung pertumbuhan dunia usaha. Langkah yang dilakukan antara lain mempermudah proses investasi, meningkatkan pelayanan perizinan, menyederhanakan birokrasi, serta membenahi lingkungan dan infrastruktur yang menunjang kegiatan pariwisata.

Fadly menjelaskan, pengembangan gastronomi juga menjadi bagian penting dari upaya Kota Padang memperluas pengakuan di tingkat internasional.

Saat ini, Kota Padang tengah mengikuti seleksi nasional tahap II untuk diusulkan sebagai nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 dalam bidang gastronomi.

"Kota Padang sedang menjalani seleksi nasional tahap II untuk diusulkan sebagai nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network tahun 2027 di bidang gastronomi. Karena itu, kami berharap para pelaku usaha dapat berkolaborasi dan memberikan dukungan agar target ini bisa tercapai," ujar Fadly.

Ia berharap kekayaan kuliner khas Padang tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat lokal, tetapi juga semakin dikenal oleh masyarakat dunia dan mampu menjangkau pasar internasional.

Menurutnya, pengembangan gastronomi yang terencana dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan identitas budaya sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk kuliner daerah.

Fadly juga menilai keberhasilan bergabung dalam jaringan kota kreatif dunia akan membuka kesempatan lebih besar bagi Padang untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan bertaraf internasional.

"Jika berhasil menjadi bagian dari jaringan kota kreatif dunia, kita memiliki peluang untuk menggelar beragam agenda internasional. Salah satunya melalui penyelenggaraan pameran gastronomi yang dapat mendatangkan pengunjung dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Padang, Fauzan Ibnovi, memaparkan data yang menunjukkan besarnya potensi industri gastronomi di daerah tersebut.

Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat sekitar 20.791 pelaku usaha kuliner aktif di Kota Padang. Jumlah tersebut mencakup usaha berskala mikro, kecil, menengah, hingga industri besar.

Fauzan juga menjelaskan bahwa sektor perhotelan, restoran, dan hiburan terus menunjukkan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah. Berdasarkan realisasi pajak daerah, total omzet ketiga sektor tersebut sepanjang 2025 tercatat mencapai sekitar Rp1,7 triliun.

Potensi pertumbuhan juga didukung oleh aktivitas perjalanan wisata religi. Setiap tahun, sekitar 40 ribu jemaah umrah tercatat berangkat melalui Bandara Internasional Minangkabau.

Jumlah tersebut dinilai sebagai peluang pasar yang menjanjikan bagi pelaku usaha kuliner dan perhotelan di Kota Padang. Melalui strategi pemasaran dan kerja sama yang tepat, kebutuhan para jemaah dapat menjadi bagian dari upaya memperluas pasar industri gastronomi lokal.

Fauzan optimistis kinerja sektor tersebut pada 2026 berpeluang melampaui pencapaian tahun sebelumnya.

"Alhamdulillah, hingga September 2026, omzet yang tercatat sudah mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Kami optimistis angka tersebut masih berpotensi meningkat hingga akhir tahun, bahkan melampaui capaian 2025, karena masih ada tiga bulan tersisa dan periode akhir tahun biasanya menjadi momentum yang baik bagi sektor-sektor tersebut," ungkapnya.

Ia menambahkan, kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha menjadi faktor penting untuk memastikan potensi gastronomi dapat berkembang secara berkelanjutan.

Melalui sinergi lintas sektor, Pemko Padang berharap investasi di bidang kuliner semakin meningkat, produk lokal semakin kompetitif, serta kontribusi gastronomi terhadap perekonomian daerah terus bertambah. Upaya tersebut sekaligus diharapkan memperkuat posisi Kota Padang sebagai salah satu destinasi kuliner unggulan di Indonesia yang memiliki daya tarik di pasar global.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza; Ketua BPD PHRI Sumatera Barat, Rina Pangeran; serta perwakilan berbagai organisasi dan asosiasi, di antaranya biro perjalanan umrah dan haji, APINDO, HIPMI, ASITA, dan KADIN Kota Padang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update