Limapuluh Kota, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota terus mendorong penerapan teknologi dalam sektor pertanian guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja petani. Upaya tersebut diwujudkan melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhortbun) dengan menyalurkan sebanyak 126 unit alat dan mesin pertanian (Alsintan) selama 2026.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu kelompok tani dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan, meningkatkan hasil produksi, sekaligus mengurangi beban biaya operasional pertanian.
Kepala Distanhortbun Kabupaten Limapuluh Kota, Witra Porsepwandi, mengatakan penyaluran Alsintan menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam mempercepat penerapan pertanian modern di tengah tuntutan peningkatan produktivitas.
“Distanhortbun berkomitmen untuk terus meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong modernisasi pertanian di daerah. Sepanjang 2026, kita telah menyalurkan 126 unit Alsintan. Mudah-mudahan bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh petani untuk mengolah lahan dengan lebih efektif dan efisien,” kata Witra saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (2/10/2026).
Ia menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari distribusi Alsintan yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Beragam peralatan diberikan untuk mendukung kebutuhan petani dalam berbagai tahapan pengelolaan lahan.
Adapun bantuan yang disalurkan terdiri dari 14 unit traktor roda empat, 14 unit traktor roda dua jenis rotary, empat unit traktor roda dua berkapasitas 8,5 PK, serta 10 unit traktor roda dua dengan kapasitas 6,5 PK.
Selain itu, kelompok tani juga menerima 14 unit cultivator, 14 unit hydrotiller, 28 unit pompa air portable berukuran 3 inci, dan 28 unit hand sprayer.
Menurut Witra, keberadaan Alsintan tersebut diharapkan mampu memperkuat sarana pertanian sekaligus mempercepat proses kerja petani di lapangan. Pemanfaatan teknologi juga dinilai penting untuk menghadapi tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks.
“Dengan dukungan peralatan pertanian modern, kami berharap produktivitas dan daya saing petani Limapuluh Kota terus meningkat. Pada akhirnya, hal ini dapat berdampak terhadap kesejahteraan keluarga petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan,” tuturnya.(da*)


