Notification

×

Iklan

Pemkab Agam Waspadai Kematian Ikan di Danau Maninjau

Rabu, 21 Oktober 2026 | 01:26 WIB Last Updated 2026-10-20T18:26:00Z

Petani keramba jaring apung di Danau Maninjau sedang memanen ikan. 

Lubukbasung, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengingatkan para pembudidaya ikan menggunakan keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau agar meningkatkan kewaspadaan menjelang peralihan musim yang diperkirakan berlangsung mulai November 2026. Perubahan musim tersebut berisiko memicu kematian ikan dalam jumlah besar.

Bupati Agam Benni Warlis menjelaskan bahwa perubahan cuaca dan kondisi perairan danau perlu diantisipasi sejak dini. Salah satu ancaman yang harus diwaspadai adalah fenomena upwelling, yakni pergerakan massa air dari dasar danau menuju permukaan yang dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen dan membahayakan kehidupan ikan.

“Peralihan menuju musim hujan perlu diantisipasi untuk mencegah terjadinya kematian ikan pada keramba jaring apung,” ujar Benni di Lubukbasung, Selasa.

Ia menyebutkan, fenomena tersebut dapat mengakibatkan kematian ikan secara massal sehingga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi para pembudidaya di kawasan Danau Maninjau.

Sebagai langkah pencegahan, Pemkab Agam mengimbau petani segera memanen ikan yang sudah memenuhi ukuran panen. Sementara itu, penebaran benih baru sebaiknya ditunda sampai cuaca dan kondisi perairan dinilai kembali stabil.

Pembudidaya juga disarankan menyediakan sarana aerasi atau sistem sirkulasi air untuk membantu mempertahankan kadar oksigen yang dibutuhkan ikan. Jika kondisi memungkinkan, pemindahan ikan sementara ke kolam budidaya di daratan dapat menjadi alternatif untuk mengurangi risiko kematian.

Pengelolaan pakan pun perlu diperhatikan dengan menyesuaikan jumlah pemberian terhadap kebutuhan pertumbuhan ikan. Apabila ditemukan ikan mati, bangkainya harus segera diangkat dan dikuburkan di darat pada tempat yang aman agar tidak mencemari perairan danau.

“Langkah-langkah tersebut perlu dilaksanakan petani agar risiko kerugian dalam usaha budidaya ikan dapat ditekan,” katanya.

Selain menyampaikan imbauan kepada petani KJA, Benni juga meminta pembudidaya ikan di darat memeriksa kondisi kolam dan fasilitas pendukungnya. Pemeriksaan meliputi tanggul, pintu air, saluran masuk dan keluar air, serta konstruksi kolam yang berpotensi mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem.

Saluran air harus dibersihkan dan dipastikan berfungsi dengan baik. Petani juga diminta menjaga keamanan sumber air sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir maupun luapan air.

Persiapan menghadapi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, turut menjadi perhatian. Pembudidaya perlu mengantisipasi masuknya lumpur ke dalam kolam serta memindahkan peralatan, persediaan pakan, induk, dan benih ikan ke tempat yang lebih aman apabila terdapat ancaman bencana.

Benni juga mengajak masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap dampak cuaca ekstrem. Warga diminta tidak melakukan aktivitas budidaya maupun pekerjaan perbaikan di kawasan berbahaya, rutin memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini dari instansi berwenang, serta memastikan jalur evakuasi tersedia.

Bagi nelayan dan warga yang beraktivitas di Danau Maninjau, ia mengimbau agar kegiatan penangkapan ikan ditunda apabila cuaca dan kondisi perairan tidak memungkinkan.

“Mari kita tingkatkan kesiapsiagaan sejak dini demi melindungi keselamatan masyarakat, menjaga kelestarian perairan, dan mengurangi risiko kerugian dalam usaha budidaya ikan,” tutupnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update