Notification

×

Iklan

Pemerintah Siapkan Jargas, Impor Elpiji Dikurangi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:44 WIB Last Updated 2026-10-08T14:44:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah tengah menyiapkan langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor elpiji, termasuk gas elpiji 3 kilogram yang selama ini banyak digunakan masyarakat. Salah satu solusi yang disiapkan adalah memperluas pembangunan jaringan gas (jargas) yang terhubung langsung ke rumah-rumah.

Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan perubahan tersebut akan dibarengi dengan penyesuaian model bisnis PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN. Perusahaan akan diarahkan untuk lebih berfokus pada pengembangan bisnis di sektor midstream dan downstream gas.

Menurut Dony, PGN nantinya memiliki peran dalam membangun serta mengembangkan jaringan pipa gas menuju rumah tangga. Konsep penggunaannya akan menyerupai layanan air perpipaan, di mana masyarakat memperoleh pasokan gas secara langsung melalui jaringan yang telah tersedia.

"Kita akan mengubah juga model bisnis daripada PGN, itu akan fokus di midstream dan downstream. Nanti gas akan salurkan ke rumah-rumah, tidak ada lagi gas-gas melon," kata Dony dalam Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan jargas menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menekan kebutuhan impor elpiji yang selama ini membebani belanja negara. Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 80-85 persen kebutuhan elpiji 3 kg setiap tahunnya masih dipenuhi melalui impor.

Dengan tersedianya jaringan gas hingga ke rumah tangga, kebutuhan masyarakat terhadap elpiji diharapkan dapat berkurang secara bertahap. Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari transformasi sistem energi nasional.

"Tujuannya untuk menekan impor elpiji kita, dengan adanya jargas ke rumah-rumah kita tidak memerlukan lagi elpiji, jadi transformasi negara kita masih panjang, yang harus kita lakukan," ujar Dony.

Selain pembangunan jargas, pemerintah juga tengah mengkaji penggunaan CNG (Compressed Natural Gas) sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan gas rumah tangga. Salah satu langkah yang sedang diuji coba adalah penyediaan CNG dalam kemasan berukuran 3 kilogram.

Sebelumnya, Dony juga meminta PT Pertamina Gas (Pertagas) menyusun masterplan pengembangan jaringan gas nasional. Peta jalan tersebut nantinya menjadi pedoman dalam menentukan pembangunan infrastruktur gas yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Menurutnya, pembangunan jargas harus dilakukan secara bertahap dan terencana dengan melihat kesiapan infrastruktur serta potensi permintaan di masing-masing daerah. Sejumlah kota besar, termasuk Jakarta dan Surabaya, dinilai memiliki peluang untuk menjadi lokasi awal pengembangan jaringan gas rumah tangga.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update