Pariaman, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menggelar Festival Malingka Carano Jo Arai Pinang dan Lomba Lagu Minang di Panggung Utama Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga kelestarian adat dan budaya Minangkabau sekaligus menanamkan kecintaan terhadap tradisi daerah kepada generasi muda.
Acara tersebut dibuka oleh Wali Kota Pariaman yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kota Pariaman, Elfis Chandra. Festival ini merupakan inovasi Kecamatan Pariaman Timur yang dilaksanakan di bawah koordinasi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).
Dalam sambutannya, Elfis Chandra menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pelaksanaan program inovasi di tingkat kecamatan. Setiap kecamatan di Kota Pariaman didorong untuk menghadirkan setidaknya satu inovasi setiap tahun.
Kecamatan Pariaman Timur memilih Festival Malingka Carano Jo Arai Pinang tingkat Sumatera Barat (Sumbar) serta Lomba Lagu Minang tingkat Kota Pariaman sebagai program unggulannya.
Elfis menjelaskan, festival ini memiliki peran penting dalam mempertahankan warisan budaya dan adat istiadat masyarakat Minangkabau. Menurutnya, carano merupakan bagian penting dalam berbagai prosesi adat di Ranah Minang.
“Tujuan kita adalah melestarikan dan menjaga budaya serta adat istiadat Minangkabau. Carano memiliki nilai penting dalam kehidupan adat karena selalu dihadirkan dalam berbagai kegiatan adat,” ujar Elfis.
Ia juga menyoroti perkembangan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan yang berpotensi membuat generasi muda semakin jauh dari tradisi daerah. Karena itu, diperlukan kegiatan yang dapat memperkenalkan sekaligus menanamkan pemahaman tentang budaya Minangkabau sejak dini.
Elfis berharap festival tersebut dapat menjadi sarana edukasi bagi para pelajar agar mengenal, memahami, dan meneruskan tradisi Malingka Carano Jo Arai Pinang kepada generasi selanjutnya.
Festival Malingka Carano Jo Arai Pinang tingkat Sumbar diikuti oleh 87 peserta. Sementara itu, Lomba Lagu Minang tingkat Kota Pariaman diikuti 75 peserta yang berasal dari kalangan pelajar di Kota Pariaman.
Menutup sambutannya, Elfis mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan ini sebagai langkah awal untuk membangun kebanggaan terhadap budaya Minangkabau.
Ia berharap para pelajar tidak hanya mengenal tradisi melalui perlombaan, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai budaya tersebut dalam kehidupan sehari-hari serta menjadikannya sebagai pedoman di masa mendatang.(da*)


