Notification

×

Iklan

Padang Terapkan AI untuk Pemulihan Pascabencana

Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:47 WIB Last Updated 2026-10-08T02:47:00Z

Direktur Kreativitas Teknologi Kementerian Ekraf RI Dandy Yudha Feryawan. 

Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Padang menggandeng Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia untuk mempercepat penanganan infrastruktur yang terdampak bencana melalui pemanfaatan teknologi.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan ditetapkannya Kota Padang sebagai lokasi penerapan Proof of Concept (PoC) Road Infrastructure Rehabilitation and Priority Profiling. Kesepakatan pelaksanaan program itu berlangsung di Padang, Rabu (7/10/2026).

Teknologi yang digunakan merupakan inovasi pendataan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dikembangkan oleh startup Niriksagara. Perusahaan rintisan tersebut sebelumnya meraih posisi terbaik dalam ajang Ekraf Tech Innovation 2025.

Melalui Direktorat Kreativitas Teknologi Kementerian Ekraf RI, inovasi tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung proses pendataan dan pemetaan kerusakan akibat bencana. Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan pemulihan wilayah perkotaan yang terdampak bencana.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Padang, Tommy TRD, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia mengatakan Pemko Padang melalui Dinas Kominfo bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) langsung melihat peluang tersebut karena teknologi yang ditawarkan dinilai sesuai dengan kebutuhan kota dalam mempercepat pemulihan infrastruktur.

Menurut Tommy, sistem tersebut memungkinkan proses pendataan kerusakan dilakukan secara digital dengan dukungan AI. Dengan demikian, pekerjaan yang sebelumnya banyak dilakukan secara manual dapat berlangsung lebih cepat sekaligus mendukung pengembangan konsep Smart City di Kota Padang.

"PoC yang ditawarkan Kementerian Ekraf bersama Niriksagara ini memungkinkan pendataan secara digital sekaligus menggunakan AI untuk melakukan penilaian terhadap kerusakan akibat bencana. Ini tentunya dapat mempercepat proses pendataan dan mendukung ekosistem Smart City Kota Padang tanpa membebani APBD," ujar Tommy.

Ia turut mengapresiasi kepercayaan pemerintah pusat yang menjadikan Kota Padang sebagai salah satu wilayah penerapan inovasi tersebut.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Ekraf RI dan Niriksagara karena telah memilih Kota Padang sebagai lokasi pelaksanaan PoC," katanya.

Sementara itu, Direktur Kreativitas Teknologi Kementerian Ekraf RI, Dandy Yudha Feryawan, menerangkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Ekraf Peduli. Program ini dirancang untuk mendorong penggunaan inovasi teknologi buatan startup dalam membantu percepatan pemulihan wilayah yang terkena bencana.

Dandy mengatakan, melalui kerja sama dengan Niriksagara, pihaknya melakukan pemetaan secara langsung terhadap dampak bencana hidrologi yang terjadi di Kota Padang.

"Pemetaan dilakukan untuk melihat dampak bencana di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, irigasi, kawasan pertanian hingga area pemerintahan," ujarnya.

Pemanfaatan AI dalam proses tersebut diharapkan mampu menghasilkan informasi yang lebih cepat dan akurat. Data yang diperoleh nantinya juga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan pascabencana.

Dandy menambahkan, hasil pemetaan tersebut ditujukan untuk membantu pemerintah mempercepat rehabilitasi dan perbaikan infrastruktur melalui data serta rekomendasi yang dihasilkan dengan dukungan teknologi AI.

Dengan penerapan teknologi karya startup dalam negeri ini, sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku inovasi diharapkan mampu menghasilkan langkah penanganan bencana yang lebih cepat, tepat, efisien, dan transparan. Data yang dihasilkan juga dapat menjadi landasan dalam menentukan prioritas pemulihan infrastruktur Kota Padang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update