Jakarta, Rakyatterkini.com – Kondisi anak-anak Palestina yang mendekam di penjara Israel dilaporkan kian memprihatinkan. Direktur Eksekutif Palestinian Center for Child Rights, Khaled Quzmar, mengungkapkan adanya laporan mengenai penyiksaan, kekurangan makanan, hingga tidak terpenuhinya kebutuhan layanan medis bagi anak-anak yang ditahan.
Situasi ini semakin mengkhawatirkan karena akses organisasi hak asasi manusia (HAM) untuk memantau keadaan para tahanan secara langsung di penjara-penjara Israel masih sangat terbatas.
Dalam wawancara dengan Voice of Palestine pada Kamis (15/10/2026), Quzmar menyebutkan bahwa lebih dari 2.000 anak Palestina telah ditahan sejak perang dimulai. Dari jumlah tersebut, sedikitnya 350 anak dilaporkan masih berada di dalam tahanan.
Selain persoalan penahanan, Quzmar turut menyoroti meningkatnya kekerasan yang dilakukan oleh pemukim Israel dan pasukan Israel terhadap anak-anak Palestina. Ancaman tersebut disebut semakin terasa selama berlangsungnya musim panen zaitun.
Ia menjelaskan, masyarakat Palestina menghadapi berbagai hambatan untuk menjangkau lahan pertanian mereka. Warga juga harus berhadapan dengan intimidasi, ancaman, serta tindakan kekerasan yang membahayakan keselamatan mereka.
Rangkaian peristiwa tersebut memperbesar kekhawatiran terhadap perlindungan anak-anak Palestina. Ancaman tidak hanya dialami oleh mereka yang berada di balik jeruji besi, tetapi juga anak-anak yang tinggal di wilayah terdampak konflik dan lingkungan pertanian yang menjadi sasaran kekerasan.(da*)


