Notification

×

Iklan

Mirah Dorong MotoGP Mandalika Perkuat Ekonomi NTB

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:43 WIB Last Updated 2026-10-13T20:44:40Z

Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midadan Fahmid. 


Jakarta, Rakyatterkini.com – Anggota DPD RI dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midadan Fahmid, menilai MotoGP Mandalika memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) setempat.

Dengan perkiraan dampak ekonomi mencapai Rp5 triliun pada 2026, penyelenggaraan ajang balap motor internasional tersebut dinilai perlu didukung strategi berkelanjutan. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan selama perlombaan berlangsung, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat NTB dalam jangka panjang.

Mirah berpandangan, MotoGP Mandalika tidak semata-mata menjadi kegiatan olahraga yang berlangsung selama tiga hari. Lebih dari itu, ajang ini dapat menjadi instrumen untuk mengembangkan pariwisata, memperkuat ekonomi kreatif, menarik investasi, serta memperkenalkan potensi daerah ke tingkat internasional.

“MotoGP Mandalika harus menjadi investasi jangka panjang bagi NTB. Kita tidak hanya berbicara tentang jumlah penonton atau besarnya perputaran uang selama penyelenggaraan, tetapi juga bagaimana event ini membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kapasitas masyarakat lokal,” ujar Mirah dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).

Besarnya potensi tersebut tercermin dari kajian dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2025. Dalam kajian itu, kontribusi terhadap perekonomian nasional diperkirakan mencapai Rp4,96 triliun, dengan jumlah pengunjung sebanyak 140.324 orang. Sementara itu, tingkat hunian hotel di Pulau Lombok tercatat rata-rata mencapai 93 persen.

Tingginya aktivitas selama penyelenggaraan MotoGP menunjukkan bahwa dampak ekonomi ajang tersebut dapat menjangkau berbagai sektor, mulai dari perhotelan, transportasi, perdagangan, hingga usaha lain yang berkaitan dengan industri pariwisata.

Mirah juga menyoroti semakin besarnya kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terlibat dalam kegiatan tersebut. Pada 2026, sebanyak 500 UMKM dari 10 kabupaten dan kota di NTB berpartisipasi dalam Lombok Sumbawa Festival, sedangkan 134 UMKM turut meramaikan Bazar Mandalika.

Menurutnya, peningkatan partisipasi tersebut menjadi indikasi bahwa MotoGP dapat membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi produk lokal, termasuk untuk menjangkau konsumen dari luar daerah maupun mancanegara.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pemberdayaan UMKM tidak cukup diukur berdasarkan jumlah peserta. Pemerintah dan penyelenggara juga perlu melihat perkembangan omzet, keuntungan usaha, perluasan jaringan pemasaran, serta kemampuan pelaku usaha mempertahankan bisnis setelah kegiatan berakhir.

“UMKM jangan hanya ramai berjualan saat MotoGP. Kita ingin mereka mendapatkan pelanggan baru, meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, memperluas pemasaran digital, dan mampu bersaing setelah event selesai,” katanya.

Di bidang pengembangan SDM, Mirah menilai keterlibatan sekitar 2.500 anak muda NTB sebagai marshal dan sukarelawan merupakan kesempatan berharga untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal. Pengalaman terlibat dalam ajang berstandar internasional dapat membentuk kedisiplinan, keterampilan komunikasi, kemampuan teknis, serta kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Aspek perlindungan tenaga kerja juga menjadi perhatian. Sebanyak 2.500 marshal dan sukarelawan MotoGP 2026 disebut telah mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Hal tersebut, menurut Mirah, memperlihatkan bahwa peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui kegiatan berskala internasional harus berjalan beriringan dengan pemenuhan standar keselamatan dan jaminan perlindungan bagi para pekerja.

Ia turut mengapresiasi pencapaian tenaga medis lokal yang berhasil mendapatkan sertifikasi Super License dari Dorna Sports. Prestasi ini dinilai membuktikan bahwa SDM NTB memiliki kemampuan untuk memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku dalam penyelenggaraan olahraga motor tingkat dunia.

“Ini menunjukkan bahwa anak-anak daerah mampu mengambil peran penting dalam event kelas dunia. Tantangan berikutnya adalah memastikan keterampilan dan standar kerja tersebut terus diterapkan dalam pelayanan publik dan membuka peluang karier bagi generasi muda,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mirah mendorong pemerintah daerah agar manfaat ekonomi MotoGP tidak hanya terpusat di kawasan Mandalika. Sektor transportasi, perhotelan, kuliner, kerajinan, pertanian, perikanan, serta destinasi wisata lain di NTB perlu memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk berkembang.

Menurutnya, peningkatan konektivitas dan arus kunjungan wisatawan harus dimanfaatkan untuk memperluas perputaran uang ke berbagai wilayah. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan dari penyelenggaraan MotoGP dapat dirasakan oleh lebih banyak lapisan masyarakat.

Ia juga menilai evaluasi menyeluruh perlu dilakukan secara berkala, terutama terkait biaya penyelenggaraan, manfaat ekonomi yang diperoleh, dampak sosial bagi masyarakat, serta kesiapan infrastruktur pendukung. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan strategi penyelenggaraan MotoGP pada tahun-tahun berikutnya.

“Keberlanjutan MotoGP perlu ditopang perencanaan yang terukur dan manfaat yang nyata. Pemerintah harus memastikan masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi yang tercipta,” tegas Mirah.

Mirah berharap MotoGP Mandalika dapat terus memperkuat posisi NTB sebagai destinasi pariwisata internasional. Selain meningkatkan daya tarik wisata, ajang tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang melibatkan lebih banyak masyarakat.

Ia menegaskan, keberhasilan MotoGP tidak seharusnya hanya dinilai dari kelancaran balapan dan jumlah pengunjung setiap tahun. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana penyelenggaraan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan warga, memperkuat daya saing UMKM, dan membuka kesempatan kerja yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

“Target akhirnya bukan sekadar sukses menyelenggarakan balapan setiap tahun, melainkan menjadikan MotoGP sebagai momentum agar masyarakat NTB semakin sejahtera, UMKM naik kelas, dan tenaga kerja lokal semakin kompetitif,” pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update