Padang, Rakyatterkini.com — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Asharullah menyebut peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang bertepatan dengan Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat rasa kebangsaan, persatuan, semangat gotong royong, serta komitmen mengabdi kepada masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Mahyeldi ketika bertindak sebagai pembina upacara dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Jadi ke-81 Sumbar yang digelar di Halaman Istana Gubernuran, Kamis (1/10/2026).
Mahyeldi mengatakan, peringatan tersebut tidak seharusnya dimaknai sebatas kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum itu perlu dijadikan sarana untuk meneguhkan kembali nilai persatuan dan semangat bersama dalam membangun Sumatera Barat.
Ia menjelaskan, Hari Jadi Sumbar mengingatkan masyarakat terhadap perjalanan sejarah panjang daerah, termasuk perjuangan, jasa, serta pengorbanan generasi terdahulu. Kondisi tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi generasi sekarang untuk meneruskan berbagai upaya pembangunan.
Sementara itu, Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk menguatkan komitmen dalam menjaga serta menerapkan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi bangsa, dan landasan pemersatu masyarakat.
Mahyeldi menegaskan pembangunan daerah tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan manusia, pembentukan karakter, pelestarian adat dan budaya, serta penguatan persatuan juga menjadi bagian penting dalam pembangunan Sumbar.
Nilai-nilai tersebut, kata dia, selaras dengan filosofi masyarakat Minangkabau, yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Ia menekankan bahwa nilai Pancasila harus tercermin dalam berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pelaksanaan tugas dan pelayanan publik hingga cara menyelesaikan perbedaan serta membentuk karakter generasi muda.
Gubernur juga mengajak seluruh unsur masyarakat memaksimalkan potensi yang dimiliki Sumbar, baik di ranah maupun di rantau. Potensi tersebut meliputi sumber daya alam, kekayaan budaya, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga jaringan masyarakat perantauan.
Menurutnya, berbagai potensi itu dapat menjadi kekuatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pengembangan pendidikan, investasi, pelestarian kebudayaan, sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Mahyeldi turut memberikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi terhadap pembangunan Sumatera Barat melalui penyerahan penghargaan dan bantuan.
Penghargaan Adiwiyata Provinsi Sumatera Barat diberikan kepada SMA Negeri 1 Padang Gelugur Kabupaten Pasaman, SMA Negeri 1 Ranah Pesisir, SMA Negeri 2 Bayang, SMA Negeri 2 Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan, MAN 2 Kota Padang, SMA Negeri 1 Padang Panjang, PT Jamkrida, serta PT Bank Nagari.
Penghargaan terkait pencapaian BNN Sumatera Barat juga diserahkan kepada sejumlah penerima, yakni Kombes Pol. Susilawati, Kombes Pol. Fery Herlambang, Kombes Pol. Erlis, Kombes Pol. Azwar, Josra Maidi, dan Mai Hendra.
Selain penghargaan, melalui Gubernur Sumbar, PT Bukit Asam Ombilin menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kota Sawahlunto berupa satu unit truk tangki tinja dan dua unit becak motor pengangkut sampah.
Upacara tersebut turut dihadiri Duta Besar Republik Belarus dan Duta Besar Republik Palestina untuk Indonesia. Mahyeldi berharap kunjungan kedua perwakilan diplomatik tersebut dapat membuka ruang yang lebih luas bagi kerja sama antara Sumbar dan Belarus, termasuk peluang menjalin hubungan sister province.
Untuk Palestina, Mahyeldi kembali menyampaikan dukungan dan doa bagi kemerdekaan Palestina sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan serta persaudaraan.
Di akhir amanatnya, Mahyeldi mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Jadi ke-81 Sumbar dan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan daerah.
Ia mengusung semangat agar Sumbar terus tumbuh dan semakin tangguh, baik dari sisi ekonomi, kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan, inovasi, maupun persatuan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.
Upacara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sumbar, Duta Besar Palestina dan Belarus untuk Indonesia, pimpinan serta anggota DPRD Sumbar, gubernur se-Sumatera atau perwakilannya, Forkopimda Sumbar, bupati dan wali kota se-Sumatera Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, serta para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar.(da*)


