Jakarta, Rakyatterkini.com – Program Duta Minerba Goes to Site 2026 memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal lebih dekat industri pertambangan timah. Melalui kunjungan langsung ke sejumlah lokasi operasional, peserta dapat mempelajari proses penambangan, reklamasi, pengelolaan lingkungan, serta berbagai kontribusi perusahaan dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Salah seorang peserta, Arkan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut memberinya perspektif baru tentang dunia pertambangan. Ia menyadari bahwa aktivitas pertambangan tidak hanya berfokus pada pengambilan sumber daya alam, tetapi juga melibatkan tanggung jawab dalam pemulihan lingkungan setelah kegiatan penambangan selesai.
Menurut Arkan, kunjungan tersebut membuatnya memahami bahwa industri pertambangan memiliki tahapan dan tanggung jawab yang lebih kompleks daripada yang selama ini diketahuinya.
“Setelah mengikuti kegiatan Duta Minerba, saya melihat bahwa pertambangan tidak sesederhana itu. Ada proses pascatambang dan reklamasi lahan yang dilakukan,” ujarnya.
Selain mengenal proses pertambangan, Arkan juga memberikan apresiasi terhadap program pendidikan PT TIMAH melalui Pemali Boarding School. Ia menilai program tersebut menjadi salah satu upaya perusahaan dalam membuka peluang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan dan mewujudkan impian mereka.
Ia juga terkesan dengan semangat para siswa yang ditemuinya selama kunjungan. Pengalaman tersebut memperlihatkan kepadanya bahwa perusahaan pertambangan dapat berperan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat.
Dari kegiatan itu, Arkan semakin memahami bahwa tanggung jawab industri pertambangan tidak terbatas pada kegiatan operasional. Aspek lingkungan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, hingga pelestarian budaya juga menjadi bagian penting dari kontribusi perusahaan.
Pengalaman serupa dirasakan Gitta Valerinova, mahasiswa Teknik Geologi Universitas Lampung. Ia mengungkapkan bahwa kunjungan ke berbagai lokasi operasional dan program PT TIMAH memberinya pengetahuan baru mengenai praktik pertambangan timah.
“Selama kunjungan, kami melihat berbagai tempat dan bagaimana proses penambangan timah dilakukan, termasuk penambangan di laut,” tuturnya.
Gitta menilai penerapan pengelolaan lingkungan dalam kegiatan pertambangan menjadi salah satu hal yang menarik selama program berlangsung. Ia secara khusus menyoroti proses penambangan di laut menggunakan Kapal Isap Produksi (KIP), pemanfaatan artificial reef atau terumbu buatan, serta program pendidikan yang dijalankan melalui Pemali Boarding School.
“Yang paling menarik bagi saya adalah bagian penambangan di kapal isap, artificial reef, dan juga program beasiswa PT TIMAH di Pemali Boarding School yang memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk meraih cita-cita,” katanya.
Menurut Gitta, melihat secara langsung aktivitas perusahaan memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan mempelajari industri pertambangan hanya melalui teori di bangku kuliah maupun informasi yang beredar di masyarakat.
Program Duta Minerba Goes to Site 2026 diselenggarakan oleh PT TIMAH bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kegiatan ini menjadi sarana bagi generasi muda untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai industri pertambangan, mulai dari proses operasional hingga pelaksanaan program sosial dan lingkungan perusahaan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memperluas pengetahuan tentang industri pertambangan timah serta memahami pentingnya pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab. Selain itu, program ini juga memperkenalkan peran perusahaan dalam mendukung pen(da*)


