Padang, Rakyatterkini.com – Kualitas udara di sebagian besar wilayah Sumatera Barat (Sumbar) secara umum masih tergolong baik berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar.
Meski demikian, beberapa daerah masih menunjukkan tingkat pencemaran udara yang perlu diwaspadai. Data dari situs AQI Air bahkan mencatat sejumlah kota berada dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Berdasarkan pemantauan Info Sumbar, Kota Payakumbuh mencatat kualitas udara terburuk dengan indeks AQI US mencapai 151, yang masuk kategori tidak sehat. Konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat sebesar 55,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Kondisi ini diperparah oleh kecepatan angin yang hanya sekitar 2 km/jam, sehingga penyebaran polutan di udara menjadi kurang optimal.
Kota Bukittinggi dan Padang Panjang menyusul dengan indeks AQI masing-masing 142. Kedua daerah tersebut masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan.
Sementara itu, Kota Pariaman mencatat indeks kualitas udara relatif lebih baik dibandingkan sejumlah kota lainnya di Sumbar, yakni AQI 116. Kecepatan angin yang mencapai 17 km/jam diduga membantu penyebaran polutan sehingga tidak terkonsentrasi di satu wilayah.
Adapun kualitas udara di Kota Padang hingga pukul 15.00 WIB tercatat berada pada angka AQI 133. Kecepatan angin di wilayah tersebut hanya berkisar 4 km/jam, yang berpotensi menghambat penyebaran partikel pencemar di udara.
Kondisi tersebut sejalan dengan prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dalam laporan tersebut, kondisi udara kabur masih mendominasi sebagian besar wilayah Sumatera Barat pada hari ini.
Menanggapi situasi ini, DLH Kota Padang melalui akun Instagram resminya mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan. Warga dianjurkan menggunakan masker serta mengurangi durasi kegiatan di luar rumah guna meminimalkan risiko paparan polusi udara.
Masyarakat, khususnya kelompok rentan, juga perlu memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan dan segera mengurangi paparan apabila mengalami gangguan pernapasan.(da*)


