Notification

×

Iklan

Kopi Bantjah Padang Dikembangkan Jadi Produk Kreatif

Senin, 12 Oktober 2026 | 15:45 WIB Last Updated 2026-10-12T08:45:00Z

Pengolahan produk turunan Kopi Bantjah

Padang, Rakyatterkini.com – Kopi Bantjah yang dikembangkan masyarakat Koto Baru, Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, mulai menunjukkan potensi ekonomi yang lebih luas. Berkat inovasi pengolahan dan pendampingan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Padang, kopi lokal tersebut kini dikembangkan menjadi beragam produk bernilai jual yang membuka peluang usaha bagi perempuan dan generasi muda.

Pengembangan produk turunan ini menjadi upaya masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Tidak hanya menjual hasil panen, warga mulai mengolah kopi menjadi berbagai produk kreatif yang berpotensi memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan.

Saat ini, sekitar 10 perempuan dari RW 5 dan RW 6 Koto Baru terlibat aktif dalam kegiatan pengolahan produk turunan Kopi Bantjah.

Milawati, salah seorang penggerak pengembangan produk tersebut, mengatakan bahwa kegiatan diversifikasi mulai berkembang setelah masyarakat memperoleh pelatihan dan pendampingan dari PT Semen Padang. Pengetahuan yang diperoleh kemudian diterapkan untuk menciptakan produk baru dengan sasaran konsumen yang beragam.

Sejumlah produk yang mulai dikembangkan antara lain kukis berbahan kopi, minuman kopi, lilin aromaterapi, teh cascara dari kulit buah kopi yang dikeringkan, selai kopi, serta dua varian kue yang masih dalam tahap pengembangan.

"Produk turunan Kopi Bantjah yang kami kembangkan cukup beragam, mulai dari cookies, minuman kopi, lilin aromaterapi, teh cascara, selai kopi, hingga beberapa jenis kue," kata Milawati.

Ia menjelaskan, pemasaran produk tersebut masih berada pada tahap awal. Untuk sementara, penjualan dan promosi difokuskan di Kota Padang dengan mengikuti kegiatan bazar serta pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat berupaya memperkenalkan produk Kopi Bantjah kepada konsumen sekaligus mengetahui respons pasar terhadap berbagai hasil olahan yang mereka produksi.

"Untuk sekarang pemasaran masih di sekitar Kota Padang. Karena produk turunannya baru mulai dikembangkan, kami juga sudah mencoba memperkenalkannya melalui bazar," ujarnya.

Program ini sekaligus membuka kesempatan bagi kaum perempuan untuk berperan lebih besar dalam rantai usaha kopi. Jika sebelumnya aktivitas ekonomi lebih banyak berpusat pada petani yang menghasilkan bahan baku, kini warga perempuan turut terlibat dalam proses pengolahan hingga menghasilkan produk siap jual.

Milawati menyebutkan, pemberdayaan difokuskan pada ibu-ibu di lingkungan RW 5 dan RW 6 Koto Baru. Sekitar 10 orang telah aktif mengikuti kegiatan pengolahan produk turunan tersebut.

Untuk memperkuat kemampuan warga, lima orang perwakilan masyarakat sebelumnya mengikuti pelatihan pembuatan produk olahan kopi di Royal Asia Hotel. Pelatihan itu memberikan wawasan mengenai berbagai cara memanfaatkan bagian buah kopi agar memiliki nilai ekonomi.

Kulit buah kopi yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah, misalnya, kini dapat diolah menjadi teh cascara. Sementara itu, pengembangan lilin aromaterapi memperlihatkan bahwa pemanfaatan kopi tidak terbatas pada industri makanan dan minuman, tetapi juga dapat memasuki sektor kerajinan dan industri kreatif.

"Kami mendapat banyak dukungan dari PT Semen Padang, termasuk kesempatan mengikuti pelatihan di Royal Asia Hotel. Ada lima orang yang mengikuti pelatihan tersebut. Dari sana, kami mengetahui berbagai produk yang bisa dibuat dari kopi dan sekarang mulai mengembangkannya secara bertahap," tutur Milawati.

Selain melibatkan perempuan, pengembangan Kopi Bantjah juga menyasar generasi muda. Salah satu upaya yang dilakukan ialah memberikan kesempatan kepada kalangan Gen Z untuk mengikuti pelatihan barista.

Keterlibatan anak muda diharapkan dapat memperkuat usaha kopi lokal, terutama dalam penyajian minuman, pengembangan kreativitas, serta penyesuaian produk dengan tren pasar.

"Untuk generasi Z, kami juga sudah melibatkan mereka melalui pelatihan barista. Kami berupaya agar semua kalangan bisa ikut mengambil bagian dalam pengembangan Kopi Bantjah," katanya.

Di sektor hulu, keberadaan kelompok tani menjadi penopang utama ketersediaan bahan baku. PT Semen Padang telah mendampingi kelompok petani Kopi Bantjah sejak 2023, termasuk dalam pengembangan potensi perkebunan dan dukungan terhadap kebutuhan usaha tani.

Ketua Kelompok Petani Kopi Bantjah, Yulisman, menyampaikan bahwa pendampingan perusahaan membantu masyarakat mengoptimalkan potensi kopi yang dimiliki wilayah mereka. Dukungan tersebut juga dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan kegiatan perkebunan sekaligus memperkuat ekonomi warga.

"PT Semen Padang terus memberikan dukungan terhadap pengembangan Kopi Bantjah. Kehadiran program ini sudah mulai memberikan manfaat bagi masyarakat sehingga kami berharap pendampingan tersebut dapat terus berlanjut," ujar Yulisman.

Ia menjelaskan, perhatian perusahaan terhadap Kopi Bantjah juga berkaitan dengan lokasi Koto Baru yang berada di kawasan Ring 1 PT Semen Padang. Melalui pendampingan tersebut, perusahaan berupaya mendorong masyarakat di sekitar wilayah operasional agar semakin mandiri dalam mengembangkan potensi ekonomi setempat.

Hingga kini, kelompok tani tersebut tercatat memiliki 36 anggota, dengan 31 orang di antaranya masih aktif membudidayakan kopi. Berdasarkan pemetaan yang dilakukan bersama PT Semen Padang dan tenaga ahli dari Solok Radjo, kawasan itu memiliki potensi lahan perkebunan kopi sekitar 29 hektare.

Adapun produksi kelompok tani saat ini mencapai sekitar satu ton buah kopi merah atau ceri kopi per tahun. Setelah melewati proses pengolahan menjadi biji kopi hijau (green bean), jumlahnya menjadi sekitar 200 kilogram.

Keterbatasan volume produksi tersebut membuat pengembangan produk turunan menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai ekonomi kopi. Melalui diversifikasi, masyarakat dapat memperoleh nilai tambah dari hasil panen tanpa hanya mengandalkan penjualan bahan baku.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan bahwa program TJSL untuk Kopi Bantjah dirancang guna memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal.

Menurutnya, keberhasilan usaha kopi tidak semata-mata ditentukan oleh peningkatan produksi. Pengembangan produk olahan juga diperlukan agar lebih banyak warga dapat berpartisipasi dan memperoleh manfaat ekonomi dari komoditas tersebut.

"Melalui program TJSL ini, kami ingin masyarakat bukan hanya menerima manfaat, tetapi juga mampu mengembangkan potensi yang ada di lingkungannya. Kopi Bantjah memiliki peluang untuk terus dikembangkan, termasuk melalui beragam produk turunannya," kata Win.

Ia berharap pengembangan Kopi Bantjah dapat membentuk ekosistem usaha yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Petani berperan dalam penyediaan bahan baku, perempuan mengembangkan produk olahan, sedangkan generasi muda dapat berkontribusi melalui keterampilan meracik kopi dan pemahaman terhadap kebutuhan pasar.

Dengan keterlibatan berbagai pihak, manfaat ekonomi dari komoditas lokal tersebut diharapkan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat setempat.

"Harapan kami, Kopi Bantjah tidak hanya dikenal sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan ekonomi masyarakat. Semakin banyak produk turunan yang dikembangkan, semakin terbuka pula kesempatan bagi warga untuk menciptakan nilai tambah di daerahnya," ujarnya.

Win menambahkan, program TJSL PT Semen Padang mengedepankan semangat tumbuh bersama masyarakat dan lingkungan sekitar. Dukungan perusahaan tidak hanya diwujudkan dalam bentuk bantuan, tetapi juga melalui peningkatan keterampilan, penguatan kapasitas, dan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, akademisi, dan media diperlukan agar pengembangan potensi lokal dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Tujuan kami bukan membuat masyarakat bergantung kepada perusahaan, melainkan mendorong mereka agar semakin mandiri. PT Semen Padang ingin menjadi mitra yang mendengarkan kebutuhan masyarakat, mendukung potensi yang dimiliki, dan bekerja bersama berbagai pihak untuk mewujudkan pengembangan ekonomi yang berkelanjutan," tutup Win Bernadino.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update