Notification

×

Iklan

Konsumsi Pertalite di Bondowoso Naik 20 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:39 WIB Last Updated 2026-10-13T07:39:00Z

Pertamina buka suara soal antrean panjang di sejumlah SPBU.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengalami antrean kendaraan akibat meningkatnya permintaan bahan bakar minyak (BBM). Konsumsi Pertalite di wilayah tersebut tercatat naik hingga 20 persen dibandingkan kondisi normal.

Menghadapi situasi ini, PT Pertamina Patra Niaga mengambil sejumlah langkah untuk menjaga kelancaran pasokan. Upaya tersebut meliputi penyesuaian pola distribusi, pemanfaatan jalur suplai alternatif, serta penambahan mobilisasi truk tangki untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan kenaikan konsumsi BBM bersubsidi dipengaruhi oleh tingginya aktivitas masyarakat. Kondisi ini juga dipicu peralihan sebagian konsumen dari BBM nonsubsidi ke Pertalite.

Di samping meningkatnya permintaan, proses pengiriman BBM sempat menghadapi hambatan akibat kemacetan di jalur Ketapang–Banyuwangi. Kemacetan tersebut berkaitan dengan pekerjaan perbaikan dermaga yang turut memengaruhi ketepatan waktu distribusi BBM.

Untuk mengantisipasi kendala tersebut, Pertamina Patra Niaga terus memantau perkembangan kebutuhan bahan bakar di lapangan. Evaluasi dilakukan secara berkala, disertai penguatan koordinasi guna menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi aktual.

Kitty menegaskan bahwa perusahaan menjadikan perkembangan situasi di lapangan sebagai pertimbangan utama dalam mengambil keputusan, dengan tetap memperhatikan keandalan layanan dan kepentingan masyarakat.

“Kami memastikan setiap dinamika di lapangan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang tepat, dengan tetap mengedepankan keandalan layanan dan kepentingan masyarakat. Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga penyaluran BBM sesuai peruntukannya,” kata Kitty dalam keterangan resmi, Senin (12/10/2026).

Sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan BBM di Bondowoso dan daerah sekitarnya, Pertamina Patra Niaga mengatur kembali pola penyaluran dengan mendahulukan SPBU yang mengalami peningkatan permintaan signifikan.

Perusahaan turut memaksimalkan pasokan melalui jalur alternatif dari terminal penyangga terdekat. Pengiriman menggunakan truk tangki juga ditingkatkan agar tambahan stok dapat segera menjangkau wilayah yang membutuhkan.

Menurut Kitty, koordinasi distribusi diperkuat bersama Integrated Terminal (IT) Tanjungwangi dan IT Surabaya. Langkah ini ditujukan untuk mempercepat pemulihan kelancaran pasokan BBM sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Selain memastikan distribusi berjalan lancar, Pertamina juga meningkatkan pengawasan terhadap lembaga penyalur. Salah satu langkah yang diterapkan ialah memvalidasi transaksi pembelian BBM melalui penggunaan QR Code sesuai ketentuan yang berlaku.

Pengawasan tersebut juga bertujuan mencegah praktik pelangsiran atau pembelian BBM secara berulang yang diduga dilakukan untuk menimbun bahan bakar dan menjualnya kembali dengan harga lebih mahal.

Kitty menjelaskan bahwa pengawasan diperlukan untuk memastikan penyaluran BBM berlangsung secara tertib dan tepat sasaran. Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak panik, membeli BBM sesuai kebutuhan, serta mengikuti perkembangan informasi melalui saluran resmi Pertamina.

“Langkah ini dilakukan untuk mendukung penyaluran BBM yang tertib dan tepat sasaran. Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, membeli dan menggunakan BBM sesuai kebutuhan, serta memperoleh informasi dari kanal informasi resmi Pertamina,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) pada 2026, ketahanan stok BBM nasional berada pada rentang 18 hingga 20 hari berdasarkan tingkat konsumsi.

Adapun untuk Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), termasuk Pertalite, ketahanan cadangan operasional secara umum tercatat berkisar antara 16 hingga 19 hari.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update