Notification

×

Iklan

Kementerian PU Siapkan Dua Sabo Dam di Sungai Batang Baliang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:47 WIB Last Updated 2026-10-14T12:47:00Z

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memasang sistem peringatan dini 

Arosuka, Rakyatterkini.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah untuk mengurangi risiko bencana susulan pascabanjir bandang atau galodo yang melanda kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar). 

Upaya tersebut dilakukan melalui pemasangan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di tiga lokasi serta persiapan pembangunan dua unit sabo dam di Sungai Batang Baliang.

Pemasangan perangkat EWS telah dilakukan pada awal Oktober 2026. Sistem ini disiapkan untuk memantau perubahan kondisi lingkungan yang berpotensi memicu bencana, sementara pembangunan sabo dam dirancang sebagai upaya pengendalian aliran material berupa kayu, lumpur, dan sedimen yang terbawa arus sungai.

Menteri PU Dody Hanggodo telah meminta Direktorat Jenderal Sumber Daya Air agar mempercepat pembangunan sabo dam di bagian hulu Sungai Batang Baliang. Langkah ini dinilai penting mengingat arus sungai masih deras setelah hujan, ditambah adanya material kayu yang berada di kawasan hulu.

Keberadaan sabo dam diharapkan mampu menahan material tersebut agar tidak terbawa seluruhnya ke bagian hilir, terutama ke kawasan permukiman warga yang berpotensi terdampak.

"Saya sudah menginstruksikan Pak Dirjen Sumber Daya Air untuk mempercepat pembangunan sabo dam. Di bagian hulu Batang Baliang harus segera dibangun, paling tidak jika masih ada kayu atau lumpur dapat tertahan di atas (hulu),” ujar Dody dalam keterangan resminya yang dikutip pada Rabu (14/10/2026).

Untuk mempercepat pekerjaan, Menteri PU juga mengarahkan agar komponen sabo dam dibuat dengan metode pracetak (precast) di lokasi yang aman. Setelah diproduksi, komponen tersebut akan dibawa ke lokasi pembangunan dan dipasang secara bertahap di bagian hulu sungai.

Metode ini dipilih dengan mempertimbangkan kondisi medan serta keterbatasan akses menuju titik pembangunan, sehingga proses konstruksi dapat disesuaikan dengan situasi di lapangan.

Adapun lokasi pembangunan dua unit sabo dam akan ditentukan berdasarkan kajian teknis di sepanjang aliran Sungai Batang Baliang. Penetapan ukuran, daya tampung, dan spesifikasi konstruksi nantinya mengacu pada hasil perencanaan yang disusun Balai Teknik Sabo bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang.

Secara fungsi, sabo dam merupakan bangunan melintang sungai yang dirancang untuk mengendalikan aliran debris atau material rombakan serta menahan sedimen yang terbawa arus. Infrastruktur ini diharapkan dapat mengurangi kekuatan aliran sekaligus mengendalikan pergerakan material, sehingga penumpukan sedimen dalam jumlah besar di wilayah hilir bisa diminimalkan.

Di sisi lain, Kementerian PU melalui Balai Teknik Sabo telah memasang EWS pada tiga titik di Kabupaten Solok sejak awal Oktober 2026. Perangkat tersebut dilengkapi sensor untuk memantau sejumlah indikator lingkungan, di antaranya curah hujan, pergerakan atau kemiringan tanah, serta tingkat kelembapan tanah.

Hasil pengukuran sensor menjadi informasi pendukung untuk mengetahui perubahan kondisi lapangan yang berhubungan dengan potensi terjadinya bencana. Data yang diperoleh kemudian dikirimkan ke sistem pemantauan dan ditampilkan melalui dasbor (dashboard).

Dengan mekanisme tersebut, perkembangan kondisi lingkungan dapat diamati dan dianalisis secara berkala. Keberadaan sistem ini diharapkan membantu meningkatkan kesiapsiagaan serta mendukung upaya antisipasi terhadap kemungkinan bencana susulan.

Selain mempersiapkan pembangunan infrastruktur pengendali sedimen, Kementerian PU juga masih melaksanakan penanganan darurat di Sungai Batang Baliang. Berdasarkan laporan hingga 12 Oktober 2026, pekerjaan perbaikan alur sungai dan pembersihan material banjir telah mencapai sekitar 740 meter dari total sasaran sepanjang 1.900 meter.

Pekerjaan lainnya meliputi pemasangan cobblestone dengan target panjang 500 meter serta pembangunan perlindungan tebing menggunakan bronjong sepanjang 600 meter.

Untuk menunjang kegiatan penanganan di lapangan, BWS Sumatera V Padang telah mengerahkan sebanyak 19 unit peralatan. Armada tersebut terdiri atas sembilan unit ekskavator, dua unit ekskavator breaker, satu unit ekskavator berlengan panjang (long arm), tiga unit pompa bergerak (mobile pump), dan empat unit truk pengangkut (dump truck).

Berbagai langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pemulihan kondisi sungai sekaligus mengurangi risiko dampak bencana terhadap masyarakat di sekitar aliran Batang Baliang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update