Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang terdampak banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat. Bantuan tersebut diberikan selama masa tanggap darurat guna meringankan beban warga yang tengah menghadapi dampak bencana.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan di Jakarta, Rabu, bahwa pihaknya segera mengambil langkah untuk memastikan kebutuhan dasar para penyintas dapat terpenuhi.
Menurutnya, penyaluran bantuan perlu memperhatikan kondisi dan kebutuhan setiap kelompok masyarakat, terutama anak-anak, lanjut usia (lansia), serta penyandang disabilitas yang memerlukan perhatian khusus.
Ia menegaskan, seluruh warga terdampak harus mendapatkan akses terhadap makanan, perlengkapan sehari-hari, serta tempat beristirahat yang layak selama masa penanganan bencana.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui dua lokasi penyimpanan logistik, yakni gudang Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang dan gudang Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat.
Dari gudang BBPPKS Padang, Kemensos menyalurkan 80 paket makanan siap saji, 80 paket makanan anak, 120 lembar selimut, 40 lembar kasur, 40 paket perlengkapan keluarga (family kit), serta 40 paket perlengkapan anak (kidsware).
Sementara itu, bantuan yang didistribusikan melalui gudang Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat mencakup 30 paket makanan anak, 250 bungkus nasi, 30 paket family kit, 16 paket kidsware, 30 lembar selimut, dan 30 lembar kasur.
Berdasarkan laporan Direktorat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir bandang menerjang sejumlah kawasan di Kota Padang setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (10/10) pukul 12.00 WIB.
Curah hujan yang tinggi menyebabkan aliran sungai meluap secara mendadak dan berdampak pada wilayah Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, serta Nanggalo.
Data penanganan bencana hingga Rabu (14/10) pukul 07.45 WIB mencatat sebanyak 743 jiwa terdampak peristiwa tersebut. Seiring dengan surutnya air, sebagian besar warga yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.
Kendati demikian, proses pemulihan masih terus berlangsung karena endapan lumpur masih menutupi sejumlah kawasan permukiman. Tim gabungan yang melibatkan Kemensos, Taruna Siaga Bencana (Tagana), pemerintah daerah, TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta para relawan terus melakukan pembersihan lingkungan dan memperbaiki infrastruktur penting yang mengalami kerusakan.
Saifullah Yusuf menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari tahap tanggap darurat hingga proses pemulihan lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh unsur terkait untuk tetap bersinergi dalam membantu warga bangkit dari dampak banjir bandang tersebut.
Menurutnya, upaya penanganan tidak berhenti setelah air surut. Pendampingan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat tetap harus menjadi perhatian agar para penyintas dapat melewati masa sulit dan kembali menjalani aktivitas secara bertahap.(da*)


