Jakarta, Rakyatterkini.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan lereng Gunung Arjuno, tepatnya di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, sejak Jumat (16/10/2026).
Api membakar sejumlah vegetasi di kawasan pegunungan dan terlihat jelas dari permukiman warga yang berjarak belasan kilometer. Berdasarkan video amatir yang direkam masyarakat, kobaran api tampak menyala di lereng gunung pada ketinggian sekitar 2.100 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kebakaran dilaporkan menjalar ke beberapa lokasi, di antaranya Lembah Kijang, Pondok Lembu, serta kawasan sekitar objek wisata Jendela Langit. Titik api pertama kali diketahui muncul di wilayah Perengkilu, sebelum meluas akibat tiupan angin kencang.
Sejumlah relawan setempat telah turun ke lokasi untuk berupaya mengendalikan penyebaran api. Mereka melakukan pemadaman dengan peralatan sederhana, seperti alat pemukul api atau gepyok, serta membuat sekat bakar untuk membatasi rambatan kobaran api.
Upaya penanganan menghadapi kendala berupa kondisi medan yang terjal dan berisiko, sehingga proses pemadaman membutuhkan kewaspadaan ekstra.
Jalur Pendakian Gunung Arjuno Ditutup
Pengelola Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan masih melakukan pendataan untuk mengetahui luas kawasan yang terdampak. Penyebab munculnya kebakaran juga masih dalam proses penelusuran.
Sebagai langkah antisipasi untuk melindungi keselamatan masyarakat dan wisatawan, seluruh akses pendakian menuju puncak Gunung Arjuno ditutup sementara hingga kondisi dinilai aman.
Seorang warga setempat bernama Kapak menyebutkan bahwa kebakaran bermula dari kawasan Perengkilu. Jarak lokasi api dengan permukiman penduduk diperkirakan mencapai sekitar 15 kilometer.
Menurutnya, kobaran api dapat terlihat cukup jelas dari desa, terutama saat malam hari.
Masyarakat di sekitar kawasan Gunung Arjuno diimbau tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi. Warga juga diminta tidak melakukan pemadaman secara mandiri tanpa arahan atau pendampingan petugas yang berkompeten, mengingat kondisi medan yang ekstrem serta pengaruh cuaca yang dapat memperburuk situasi.(da*)


