Jakarta, Rakyatterkini.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, dilaporkan mendekati akses jalan utama dan bangunan pondok pesantren. Untuk mencegah api semakin meluas, tim gabungan mengerahkan lima unit kendaraan pemadam, termasuk mobil water cannon.
Upaya pemadaman dan pendinginan dilakukan di kawasan Hampangan dan Bukit Batu, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan. Penanganan kebakaran melibatkan personel Polres Katingan, BPBD, TNI, KPHP, serta sejumlah relawan yang bekerja bersama di lokasi kejadian.
Sebanyak lima armada dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman. Salah satunya adalah mobil water cannon yang digunakan untuk menyemprot area terdampak agar kobaran api dapat segera dikendalikan.
Petugas juga menggunakan cairan X-Fire untuk mengatasi bara api yang masih tersisa di lahan terbakar. Upaya tersebut bertujuan menurunkan suhu tanah dan mengurangi kepulan asap dari titik-titik yang masih menyimpan panas.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan, api yang sebelumnya mendekati pondok pesantren di kawasan Bukit Batu telah berhasil dipadamkan. Saat ini, petugas masih melakukan proses pendinginan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.
"Api yang mendekati pondok pesantren di Bukit Batu ini sudah dapat kami padamkan dan saat ini telah dilaksanakan kegiatan pendinginan," kata Dodik, Minggu (18/10/2026).
Meski kobaran api di permukaan telah berhasil diatasi, petugas tetap melakukan pemantauan terhadap sisa bara di dalam material yang terbakar. Bara yang masih tertinggal berpotensi menimbulkan asap dan memicu kebakaran kembali apabila tidak ditangani secara menyeluruh.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kebakaran meluas dan mengancam kawasan di sekitarnya.(da*)


