Notification

×

Iklan

Kapal Bagan JAMCHA 01 Kandas dan Bocor di Mentawai

Minggu, 11 Oktober 2026 | 19:27 WIB Last Updated 2026-10-11T12:36:21Z

Kapal Bagan JAMCHA 01 Kandas dan Bocor di Perairan Mentawai

Mentawai, Rakyatterkini.com– Kapal Bagan JAMCHA 01 mengalami kecelakaan laut setelah kandas dan mengalami kebocoran di perairan sekitar Pulau Malilimok, Desa Katurei, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Sabtu (10/10/2026).

Mengetahui kejadian tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Mentawai segera mengerahkan personel untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) guna menangani insiden tersebut.

Laporan kecelakaan diterima petugas pada pukul 08.30 WIB dari Lingga, yang bertugas sebagai kepala kamar mesin (KKM) kapal. Dalam laporannya, ia menyebutkan bahwa terdapat enam titik kebocoran pada kapal yang diduga disebabkan oleh patahnya papan di bagian bawah lambung.

Berdasarkan keterangan awal, kapal tersebut mulai kandas sekitar pukul 03.00 WIB. Kerusakan pada bagian bawah kapal menyebabkan kebocoran sehingga membutuhkan penanganan segera untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar.

Sebelum kejadian, Kapal Bagan JAMCHA 01 berangkat dari Carocok Tarusan pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan di wilayah perairan Sumatera Barat. Kapal itu kemudian tiba di perairan Mentawai pada Jumat (9/10/2026), sekitar pukul 12.00 WIB.

Namun, saat berada di sekitar Pulau Malilimok, kapal dilaporkan kandas dan mengalami kerusakan yang mengakibatkan kebocoran pada lambungnya.

Merespons laporan tersebut, tujuh personel SAR Mentawai diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 08.45 WIB. Tim menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Mentawai untuk menjangkau titik kecelakaan dan melakukan upaya pertolongan.

Lokasi kejadian diperkirakan berada pada koordinat 1°45’9” Lintang Selatan dan 99°17’34” Bujur Timur. Jaraknya sekitar 24 mil laut dari Dermaga Tuapejat, dengan arah 313 derajat dan perkiraan waktu perjalanan sekitar satu jam.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 10 orang di atas kapal saat insiden terjadi. Mereka terdiri atas satu orang nakhoda, satu kepala kamar mesin, dan delapan anak buah kapal (ABK).

Meski demikian, laporan awal tersebut belum menjelaskan secara terperinci kondisi seluruh awak kapal. Tim SAR masih melakukan penanganan dan pemantauan untuk mendapatkan informasi terbaru terkait keselamatan para awak serta keadaan kapal.

Kapal Bagan JAMCHA 01 tercatat memiliki tonase 30 gross ton (GT) dengan panjang sekitar 24 meter. Ciri fisiknya berupa lambung berwarna merah dengan tepian putih, sementara bagian sayap kapal didominasi kombinasi warna putih, hijau, dan merah.

Dalam pelaksanaan operasi, tim SAR membawa sejumlah perlengkapan pendukung, meliputi RIB 02, personal locator beacon (PLB), peralatan komunikasi, perangkat navigasi dan pemantauan, serta perlengkapan medis. Selain itu, personel juga dibekali telepon satelit dan Starlink Portable untuk menunjang komunikasi selama berada di lokasi.

Adapun kondisi cuaca di sekitar perairan dilaporkan cerah berawan. Kecepatan angin mencapai sekitar 5,9 knot, sedangkan tinggi gelombang diperkirakan berkisar 1,5 hingga 2,5 meter. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan tim dalam menjalankan operasi penyelamatan.

Humas Kansar Mentawai, Aldo Harfa Yandra, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dan memantau perkembangan penanganan di lapangan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kapal serta mengetahui keselamatan seluruh awak yang berada di dalamnya.

Informasi lebih lanjut mengenai hasil operasi SAR dan kondisi 10 awak Kapal Bagan JAMCHA 01 akan disampaikan setelah tim memperoleh perkembangan terbaru dari lokasi kejadian.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update