Tanah Datar, Rakyatterkini.com — Kabut asap yang menyelimuti sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan tidak menghalangi aktivitas belajar mengajar di SD Qurata A’yun 3, Kabupaten Tanah Datar. Guru dan siswa tetap menjalankan kegiatan pendidikan dengan memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan.
Sebagai langkah antisipasi terhadap kualitas udara yang terdampak kabut asap, warga sekolah menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah. Proses pembelajaran tetap dilaksanakan dengan menerapkan langkah-langkah perlindungan kesehatan.
Aktivitas di ruang kelas memperlihatkan semangat para siswa untuk tetap belajar meski kondisi lingkungan kurang mendukung. Mereka mengikuti pelajaran dengan tertib, sementara para guru berusaha menciptakan suasana belajar yang nyaman, aktif, dan menyenangkan tanpa mengabaikan kondisi kesehatan peserta didik.
Penggunaan masker menjadi salah satu bentuk kepedulian warga sekolah dalam menghadapi dampak kabut asap. Guru dan siswa tetap beraktivitas dengan mengutamakan keselamatan serta menjaga kenyamanan selama proses belajar berlangsung.
Situasi tersebut sekaligus menunjukkan kemampuan sekolah beradaptasi dalam menghadapi kondisi yang tidak ideal. Di balik masker yang dikenakan, para siswa tetap menunjukkan antusiasme untuk belajar, berinteraksi, bermain, dan mengejar cita-cita mereka.
Semangat tersebut turut menarik perhatian Tim Jurnalis Program Studi Jurnalistik Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Tim tersebut mengunjungi SD Qurata A’yun 3 untuk melihat sekaligus mengabadikan aktivitas pendidikan di tengah kondisi kabut asap.
Kunjungan itu memberikan kesempatan kepada tim untuk menyaksikan langsung proses pembelajaran serta merekam kisah ketangguhan guru dan siswa dalam mempertahankan kegiatan pendidikan di tengah situasi lingkungan yang kurang bersahabat.
Selama berada di sekolah, tim melihat kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Para siswa mengikuti pelajaran dengan menggunakan masker, sementara guru terus berupaya menciptakan interaksi yang aktif sehingga suasana kelas tetap hidup.
Bagi mahasiswa dan Tim Jurnalistik Islam, kunjungan tersebut juga menjadi pengalaman praktik jurnalistik di lapangan. Lingkungan sekolah memberikan ruang bagi mereka untuk menemukan kisah human interest yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Cerita mengenai guru yang tetap mengajar dan siswa yang terus belajar di tengah kabut asap menunjukkan bahwa jurnalistik tidak sebatas menyampaikan informasi. Jurnalistik juga memiliki peran dalam merekam berbagai kisah kehidupan yang mengandung nilai kemanusiaan, ketangguhan, dan inspirasi.
Pendidikan Tetap Menjadi Harapan
Kabut asap mungkin membuat pandangan menjadi terbatas, tetapi kondisi tersebut tidak boleh membatasi harapan terhadap masa depan. Di ruang kelas SD Qurata A’yun 3, optimisme tetap tumbuh melalui kegiatan belajar yang terus berlangsung.
Upaya menjaga kesehatan dan mempertahankan semangat pendidikan berjalan secara bersamaan. Masker menjadi salah satu bentuk perlindungan dari kondisi udara, sedangkan guru, buku, dan ruang kelas menjadi sarana untuk terus mempersiapkan generasi menuju masa depan.
Aktivitas di SD Qurata A’yun 3 menjadi gambaran sederhana mengenai ketangguhan dunia pendidikan. Meski menghadapi kondisi yang penuh tantangan, guru dan siswa tetap berusaha menjalankan pembelajaran dengan semangat serta suasana yang positif.
Bagi Tim Jurnalis Program Studi Jurnalistik Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar, kunjungan tersebut menjadi pengalaman penting untuk menyaksikan sekaligus mendokumentasikan kondisi pendidikan secara langsung.
Di tengah kabut yang mengurangi jarak pandang, masih ada harapan yang terus terlihat. Anak-anak tetap belajar, guru tetap mengajar, dan cita-cita tetap tumbuh untuk menyongsong masa depan.(da*)


