Notification

×

Iklan

Kabupaten Solok Masuki Transisi Pascabencana Enam Bulan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:47 WIB Last Updated 2026-10-13T12:47:00Z

Pemerintah Kabupaten Solok mulai memasuki tahap transisi

Solok, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Solok mulai memasuki tahap transisi pemulihan pascabencana galodo selama enam bulan, menyusul berakhirnya masa tanggap darurat yang telah berlangsung selama 21 hari. Pada tahap ini, pemerintah daerah memfokuskan perhatian pada rehabilitasi dan rekonstruksi, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi kemungkinan bencana susulan.

Persiapan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Solok mengenai penetapan status bencana. Kegiatan itu berlangsung di Posko Utama Bencana Arosuka, Lapangan Kantor Bupati Solok, Senin (12/10/2026).

Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menegaskan bahwa masa transisi merupakan fase krusial untuk memastikan upaya pemulihan pascabencana terlaksana secara terencana dan tepat sasaran. Menurutnya, berbagai langkah antisipasi perlu disiapkan agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan dampak besar bagi masyarakat.

Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), terutama dalam memperkuat koordinasi dan komunikasi selama proses pemulihan berlangsung. Selain itu, penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) diminta segera dipercepat sebagai pedoman pelaksanaan program pemulihan di daerah terdampak.

Jon Firman Pandu juga meminta agar setiap tahapan pekerjaan, baik yang sedang berjalan maupun yang akan dilaksanakan, dipersiapkan secara maksimal. Percepatan distribusi bantuan kepada masyarakat yang terdampak galodo turut menjadi perhatian pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, masa tanggap darurat selama 21 hari resmi berakhir pada Senin (12/10/2026), dan selanjutnya Kabupaten Solok akan menjalani masa transisi pemulihan selama enam bulan ke depan.

Di sisi lain, faktor cuaca menjadi perhatian dalam pelaksanaan pemulihan. Perwakilan Stasiun Meteorologi Kelas III Minangkabau dalam pemaparannya menyebutkan bahwa puncak musim hujan di wilayah Sumatera Barat diperkirakan terjadi pada November hingga Desember 2026. Kabupaten Solok termasuk daerah yang berpotensi mengalami peningkatan curah hujan.

BMKG juga memperkirakan hujan dengan intensitas sedang akan mengguyur Kabupaten Solok pada hari pelaksanaan FGD. Sementara itu, untuk lima hari berikutnya, wilayah tersebut diprakirakan mengalami hujan ringan.

Informasi prakiraan cuaca tersebut akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan kondisi atmosfer. Pemerintah daerah diharapkan dapat memanfaatkan informasi tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun langkah pemulihan sekaligus memperkuat upaya mitigasi untuk mengurangi risiko bencana susulan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update