Padang, Rakyatterkini.com – Kabut asap atau jerebu masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) hingga Minggu (18/10/2026). Kondisi kualitas udara di berbagai kabupaten dan kota masih berada pada kategori tidak sehat, sehingga masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta mencukupi kebutuhan air putih.
Berdasarkan prakiraan cuaca, sebagian besar wilayah Sumbar berpotensi mengalami udara kabur pada Minggu pagi, mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Meski sinar matahari terlihat cukup terang, kondisi langit masih tampak kelabu akibat tertutup lapisan jerebu.
Perubahan cuaca diperkirakan terjadi pada siang hingga sore hari. Pada pukul 13.00 dan 16.00 WIB, hujan disertai petir berpotensi terjadi di Kabupaten Pasaman Barat, Pasaman, Agam, dan Padang Pariaman. Sementara itu, sebagian besar daerah lainnya diprakirakan mengalami hujan ringan, kecuali Kabupaten Dharmasraya dan Solok Selatan.
Memasuki malam hari sekitar pukul 19.00 WIB, hujan ringan diperkirakan masih mengguyur sejumlah wilayah Sumbar. Namun, menjelang pukul 22.00 WIB hingga dini hari, intensitas hujan mulai berkurang.
Hujan pada periode tersebut diprakirakan masih terjadi di Pasaman Barat, Agam, Kota Pariaman, Kota Padang, dan Kepulauan Mentawai. Adapun wilayah lainnya berpotensi kembali mengalami kondisi udara kabur.
Dari sisi suhu, Kota Bukittinggi diprakirakan menjadi wilayah dengan suhu terendah, yakni berkisar 19–23 derajat Celsius. Sebaliknya, Kepulauan Mentawai memiliki suhu tertinggi dengan kisaran 27–31 derajat Celsius. Sementara itu, suhu udara di Kota Padang diperkirakan berada pada rentang 26–28 derajat Celsius.
Tingkat kelembapan udara di Sumbar diprakirakan berkisar antara 65 hingga 100 persen. Kota Padang Panjang mencatat kisaran kelembapan yang tinggi, yakni 84–100 persen. Adapun kecepatan angin tertinggi diperkirakan terjadi di wilayah Kepulauan Mentawai, mencapai 27 kilometer per jam.
Di tengah kondisi jerebu yang masih berlangsung, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap dampak penurunan kualitas udara. Penggunaan masker, pembatasan aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap pekat, serta menjaga asupan cairan menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan.(da*)


