Padang, Rakyatterkini.com – PT Hutama Karya (Persero) atau HK memaparkan perkembangan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Hingga Agustus 2026, total panjang jalan tol yang telah dibangun mencapai 1.160 kilometer. Dari jumlah tersebut, sepanjang 982 kilometer sudah beroperasi dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Informasi tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Hutama Karya dan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI saat kunjungan kerja di Pekanbaru. Pertemuan itu membahas penelaahan tata kelola serta efektivitas pelaksanaan pembangunan JTTS.
Hutama Karya menjelaskan bahwa pembangunan jaringan tol tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan proyek dan ketersediaan pendanaan. Selain itu, penentuan prioritas juga memperhatikan kebutuhan konektivitas serta manfaat masing-masing ruas terhadap pergerakan masyarakat dan kelancaran distribusi logistik.
Dalam pelaksanaannya, perusahaan terus memperkuat tata kelola melalui penyempurnaan prosedur studi kelayakan, penyusunan analisis risiko, serta peningkatan pengawasan terhadap pekerjaan konstruksi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan setiap proyek dipersiapkan secara optimal, sekaligus menyelaraskan prioritas pembangunan dengan kebutuhan investasi dan kemampuan pendanaan.
HK turut memaparkan rencana pengembangan sejumlah koridor, di antaranya Jambi–Rengat dan Pekanbaru–Padang. Pengembangan kedua koridor tersebut akan mengikuti tahapan kesiapan proyek serta skema pengusahaan yang telah direncanakan.
Secara khusus, untuk koridor Pekanbaru–Padang, Hutama Karya sedang mempersiapkan rencana pembangunan ruas Bukittinggi–Sicincin sebagai bagian dari pengembangan jaringan jalan tol di Sumatera.
Guna menjaga kesinambungan pembangunan, perusahaan juga menyiapkan berbagai alternatif pembiayaan. Beberapa di antaranya adalah skema Pembayaran Berkala Berbasis Layanan dan asset recycling, yakni optimalisasi nilai aset yang sudah beroperasi untuk membantu membiayai investasi pembangunan selanjutnya.
Pengembangan JTTS diharapkan mampu menghubungkan berbagai pusat aktivitas ekonomi di Sumatera. Dengan konektivitas yang semakin baik, distribusi barang diharapkan menjadi lebih lancar dan pelaku usaha memperoleh akses pasar yang lebih luas.
Pada kesempatan berbeda, Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menegaskan bahwa pembangunan JTTS tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga ditujukan untuk memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
Menurutnya, pengembangan jaringan jalan tol harus tetap memperhatikan tata kelola yang baik, kualitas infrastruktur, serta keberlanjutan pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Penugasan JTTS kami jalankan dengan menjaga tata kelola, kualitas infrastruktur, dan keberlanjutan pembangunan. Bagi kami, setiap ruas yang tersambung membawa harapan agar masyarakat dapat menjangkau keluarga dengan lebih mudah, pelaku usaha memiliki akses pasar yang lebih luas, dan pengguna jalan menikmati perjalanan yang aman serta nyaman. Manfaat inilah yang ingin terus kami hadirkan melalui dukungan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Iwan dalam keterangannya yang dikutip pada Jumat (9/10/2026).
Pertemuan antara BAKN DPR RI dan Hutama Karya tersebut juga melibatkan sejumlah pihak terkait. Pembahasan mencakup pelaksanaan penugasan pemerintah, pertanggungjawaban pengelolaan infrastruktur, serta kontribusi pembangunan JTTS terhadap kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera.(da*)


