![]() |
| Bangunan swakelola Sekolah Dasar (SD) di Dusun 4 Tikam Gajah Sungai Besar tanpa pintu dan jendela. |
Kuansing, Rakyatterkini.com – Momentum Hari Jadi ke-27 Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) pada 12 Oktober 2026 menjadi harapan baru bagi masyarakat Dusun 4 Tikam Gajah, Desa Sungai Besar, Kecamatan Pucuk Rantau.
Warga mendambakan perhatian serius pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur dasar, terutama akses jalan yang hingga kini belum tersentuh pembangunan pemerintah.
Bagi masyarakat di pelosok tersebut, jalan yang layak bukan sekadar kebutuhan fisik, melainkan urat nadi kehidupan yang menentukan kelancaran aktivitas sehari-hari sekaligus mendorong peningkatan perekonomian warga.
Tokoh masyarakat setempat, Abdul Halim, mengatakan harapan warga sangat sederhana dan tidak berlebihan. Masyarakat hanya menginginkan akses jalan yang memadai agar mobilitas penduduk, distribusi hasil pertanian, serta hubungan dengan pusat pemerintahan desa dan kecamatan tidak lagi terkendala.
“Pada momentum Hari Jadi Kuansing ke-27 ini, harapan warga tidak muluk-muluk. Masyarakat meminta akses jalan dibangun oleh pemerintah karena kebutuhan dasar ini sangat penting untuk memperlancar mobilitas transportasi dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Halim baru-baru ini.
Menurutnya, persoalan infrastruktur jalan selama ini menjadi salah satu kendala yang dirasakan masyarakat. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi kelancaran perjalanan warga, tetapi juga berpotensi menghambat distribusi hasil pertanian yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat setempat.
Halim menyebutkan, sejumlah ruas jalan di wilayah tersebut selama ini dibangun secara swakelola melalui upaya dan kemampuan masyarakat sendiri. Namun, keterbatasan sumber daya membuat pembangunan jalan membutuhkan dukungan dan perhatian pemerintah agar akses yang tersedia dapat lebih layak dan menunjang kebutuhan warga.
Ia berharap pemerintah daerah dapat melihat langsung kondisi masyarakat di wilayah pelosok, sehingga pemerataan pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan yang mudah dijangkau, tetapi juga menyentuh dusun-dusun yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.
Selain jalan, warga Dusun 4 Tikam Gajah juga mendambakan peningkatan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Menurut Halim, ketersediaan sarana dasar yang memadai sangat penting untuk menunjang kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
“Dusun 4 Tikam Gajah ini dihuni ribuan jiwa. Ketersediaan infrastruktur sangat penting untuk kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya jalan, kebutuhan dasar lainnya di bidang pendidikan dan kesehatan yang layak juga menjadi harapan utama agar mendapat perhatian pemerintah,” ungkapnya.
Ia menegaskan, peringatan Hari Jadi Kuansing ke-27 hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terpencil. Sebab, masyarakat di setiap pelosok daerah memiliki hak yang sama untuk menikmati pembangunan dan memperoleh akses terhadap pelayanan dasar.
Bagi warga Tikam Gajah, pembangunan jalan bukan semata-mata tentang membuka akses antarkawasan. Lebih dari itu, jalan yang layak diharapkan menjadi pintu bagi kelancaran aktivitas ekonomi, kemudahan pelayanan publik, serta terbukanya peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Momentum HUT Kuansing ke-27 ini diharapkan menjadi pengingat pentingnya pemerataan pembangunan agar menjangkau seluruh wilayah, termasuk dusun terpencil. Infrastruktur dasar bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga kebutuhan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Halim. (hendra)


