Jakarta, Rakyatterkini.com – Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Senin (12/10/2026) malam. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik yang mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter di atas puncak.
Petugas pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menyampaikan bahwa abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang. Sebaran abu dilaporkan mengarah ke barat. Berdasarkan laporan pengamatan, aktivitas erupsi masih berlangsung ketika laporan tersebut disusun.
Menyikapi peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat agar mematuhi sejumlah rekomendasi keselamatan dan menghindari kawasan yang berpotensi terdampak erupsi.
PVMBG meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan, hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi Gunung Semeru.
Selain itu, warga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, termasuk di luar zona tersebut. Kawasan ini berisiko terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.
Larangan beraktivitas juga diberlakukan dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak gunung. Wilayah tersebut dinilai berbahaya karena berpotensi terkena lontaran batu pijar saat terjadi erupsi.
PVMBG turut mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru.
Sejumlah aliran sungai yang perlu diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Ancaman lahar juga dapat terjadi di sungai-sungai kecil yang bermuara ke Besuk Kobokan.
Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan bencana maupun pengunjung diimbau untuk tidak mengabaikan peringatan petugas. Kepatuhan terhadap rekomendasi PVMBG diharapkan dapat meminimalkan risik(da*)


