Notification

×

Iklan

EWS Banjir Padang Kembali Dipasang

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:27 WIB Last Updated 2026-10-16T23:27:00Z

Pemasangan kembali Peralatan Early Warning System (EWS) Banjir 

Padang, Rakyatterkini.com – Perangkat Sistem Peringatan Dini Banjir atau Early Warning System (EWS) di Kota Padang yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat dugaan pencurian kini telah dipasang kembali. Pemasangan ulang dilakukan pada Kamis (15/10/2026) untuk memastikan sistem peringatan dini bencana dapat kembali beroperasi dan membantu melindungi masyarakat di kawasan rawan banjir.

Langkah tersebut dilakukan oleh CV Anugerah Nuansa Abadi selaku pihak pelaksana. Pemulihan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama ketika curah hujan tinggi dapat memicu kenaikan debit sungai secara mendadak.

Direktur CV Anugerah Nuansa Abadi, Suri Hamdazir, mengatakan pemasangan kembali perangkat EWS merupakan langkah penting agar masyarakat dapat kembali memperoleh peringatan dini apabila kondisi sungai menunjukkan potensi bahaya.

Menurutnya, penggantian perangkat yang hilang dilakukan demi kepentingan keselamatan warga. Namun, langkah tersebut tidak berarti persoalan dugaan pencurian dianggap selesai.

“Walaupun alat baru telah kami pasang kembali, proses hukum atas kehilangan peralatan tersebut tetap kami lanjutkan,” tegas Suri.

Sebelumnya, perusahaan telah melaporkan dugaan pencurian sejumlah komponen EWS Banjir kepada Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang. Berdasarkan tanda terima pengaduan tertanggal 9 Oktober 2026, kehilangan perangkat terjadi di dua lokasi berbeda dan berdampak pada kelengkapan sistem peringatan dini.

Lokasi pertama berada di kawasan Jembatan Rimbo Lasuang, Pasa Lalang, Kecamatan Kuranji. Di tempat tersebut, satu unit aki deep cycle berkapasitas 12V 100Ah dan tiga unit panel surya berdaya 100 WP dilaporkan hilang. Kerugian akibat kehilangan perangkat tersebut diperkirakan mencapai Rp9,3 juta.

Sementara itu, kehilangan juga terjadi di Jalan Lubuk Sarik Beringin, Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan. Sebuah lampu rotary LED dilaporkan raib dengan nilai kerugian diperkirakan sebesar Rp1,5 juta.

Meski seluruh perangkat yang hilang telah diganti, Suri menegaskan bahwa pihaknya tetap melanjutkan laporan kepada kepolisian. 

Perusahaan berharap kasus tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum sehingga memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa terulang.

Hilangnya perangkat mitigasi bencana tersebut menjadi pengingat bahwa fasilitas keselamatan publik perlu dijaga bersama. EWS Banjir memiliki peran penting dalam memberikan informasi awal kepada masyarakat ketika muncul indikasi ancaman banjir, khususnya bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai dan wilayah rawan genangan.

Dengan kembali terpasangnya perangkat tersebut, fungsi peringatan dini banjir di Kota Padang diharapkan dapat berjalan optimal. Dukungan masyarakat, pemerintah, dan instansi terkait juga diperlukan untuk menjaga keberadaan serta kondisi fasilitas mitigasi bencana agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Menjaga fasilitas peringatan dini bukan hanya soal merawat infrastruktur, tetapi juga bagian dari upaya bersama untuk melindungi keselamatan dan mengurangi risiko korban jiwa saat bencana terjadi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update