Padang, Rakyatterkini.com – Komisi III DPRD Kota Padang melakukan evaluasi terhadap sejumlah proyek strategis yang dilaksanakan Pemerintah Kota Padang sepanjang 2026. Salah satu yang menjadi perhatian adalah proyek penataan kawasan Air Mancur Pasar Raya karena realisasi pengerjaannya masih belum sepenuhnya mencapai target.
Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Helmi Moesim, menyampaikan hal tersebut ketika melakukan peninjauan langsung terhadap beberapa proyek infrastruktur di kawasan Pasar Raya Padang.
Ia menjelaskan, kunjungan lapangan itu bertujuan untuk memastikan pelaksanaan program pembangunan pemerintah daerah berjalan sesuai perencanaan. Evaluasi terutama difokuskan pada proyek-proyek strategis yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur kota.
Menurut Helmi, Komisi III memiliki tanggung jawab dalam mengawasi berbagai pekerjaan infrastruktur yang dilaksanakan pemerintah daerah, termasuk proyek yang menggunakan anggaran tahun 2026.
Salah satu pekerjaan yang ditinjau adalah penataan kawasan Air Mancur Pasar Raya dengan nilai anggaran lebih dari Rp9 miliar. Dari hasil pemantauan di lapangan, progres proyek tersebut diketahui masih sedikit tertinggal dibandingkan target yang telah ditentukan.
Selain itu, rombongan Komisi III DPRD Padang turut melihat perkembangan pembangunan area basement yang dipersiapkan sebagai lokasi berjualan bagi pedagang Pasar Raya.
Fasilitas tersebut disiapkan untuk menampung pedagang yang selama ini berjualan di luar area pasar agar dapat menempati tempat yang telah disediakan di dalam kawasan Pasar Raya. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertata dan nyaman.
Helmi menyebutkan, pembangunan sarana dan prasarana di lokasi tersebut telah mencapai 96 persen. Ia berharap seluruh pekerjaan yang tersisa dapat dirampungkan dalam beberapa hari mendatang sehingga penyelesaiannya mencapai 100 persen.
Di samping progres pembangunan, persoalan sistem drainase juga menjadi perhatian Komisi III. Helmi mengungkapkan, meskipun beberapa ruas jalan di kawasan Pasar Raya relatif tidak mengalami banjir, genangan air masih kerap menjadi persoalan di bagian dalam pasar ketika hujan deras turun.
Menurutnya, keberadaan drainase induk sangat diperlukan untuk memperlancar aliran air dan meminimalkan genangan. Dengan sistem drainase yang memadai, kegiatan jual beli di dalam pasar diharapkan tetap berjalan lancar meskipun terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah kendala yang memengaruhi kelancaran pengerjaan proyek. Di antaranya adalah persoalan instalasi listrik serta material yang sudah tiba di lokasi, tetapi belum bisa dipasang karena masih adanya aktivitas di kawasan pasar.
Komisi III DPRD Kota Padang menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek-proyek strategis tersebut. Langkah ini dilakukan agar pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal, kualitas pekerjaan tetap terjaga, dan manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat, khususnya para pedagang dan pengunjung Pasar Raya Padang.(da*)


