Bukittinggi, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, mulai menerapkan program angkutan sekolah gratis bagi pelajar. Program tersebut secara resmi diluncurkan oleh Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Senin (5/10).
Ramlan mengatakan, penyediaan transportasi gratis ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk memudahkan pelajar mendapatkan akses kendaraan menuju sekolah. Di sisi lain, program tersebut diharapkan dapat membantu meringankan pengeluaran orang tua sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya.
Untuk tahap awal, layanan angkutan sekolah gratis menyasar 874 siswa yang berasal dari delapan SMP Negeri di Kota Bukittinggi. Pelaksanaan program masih dalam masa uji coba dan akan dilakukan evaluasi sebelum dikembangkan lebih lanjut, termasuk peluang untuk menjangkau sekolah swasta.
“Harapan kita, anak-anak berangkat dari rumah menuju sekolah dan setelah selesai belajar diantar kembali ke rumah. Ini juga bagian dari upaya membangun kedisiplinan, sehingga anak benar-benar pergi ke sekolah dan kembali ke rumah,” ujar Ramlan.
Ia juga mengingatkan Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan koperasi angkutan agar menyediakan kendaraan yang bersih, tertata, nyaman, serta memenuhi standar kelayakan. Pengemudi diminta menjaga sikap dan menjadi teladan bagi para pelajar.
Ramlan menegaskan, pengemudi tidak diperbolehkan mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan maupun memutar musik dengan volume keras. Menurutnya, fasilitas tersebut secara khusus diperuntukkan bagi perjalanan pelajar dari rumah ke sekolah dan sebaliknya.
“Jangan ugal-ugalan dan tidak boleh menyetel musik keras. Angkutan ini digunakan untuk mengantar anak dari rumah ke sekolah dan mengembalikannya lagi ke rumah,” katanya.
Pelaksanaan program angkutan sekolah gratis tersebut memiliki landasan hukum berupa Peraturan Daerah Kota Bukittinggi Nomor 1 Tahun 2026 tentang Transportasi Darat.
Pemkot Bukittinggi akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala dengan melibatkan Dinas Perhubungan, sekolah, camat hingga lurah. Hasil evaluasi nantinya menjadi bahan untuk memperbaiki sekaligus mengembangkan program tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi Elza Aulia menyebutkan, program angkutan sekolah gratis merupakan bagian dari program unggulan pemerintah daerah yang dikenal dengan Pendidikan Gemilang.
Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan kemudahan transportasi kepada pelajar, tetapi juga diharapkan dapat mendukung keberlangsungan usaha pengemudi dan operator angkutan umum di Kota Bukittinggi.
“Pada tahap uji coba, layanan ini mencakup 874 pelajar dari delapan SMP Negeri dengan dukungan 53 unit angkutan umum yang sudah dinyatakan memenuhi persyaratan laik jalan,” jelas Elza.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bukittinggi Syaiful Efendi menyambut baik peluncuran program tersebut. Menurutnya, angkutan sekolah gratis telah menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah dan masuk sebagai salah satu program prioritas kepala daerah.
Dukungan terhadap program itu juga diperkuat melalui pengesahan Perda Nomor 1 Tahun 2026 tentang Transportasi Darat serta alokasi anggaran dalam APBD Kota Bukittinggi.
“Program ini sudah masuk dalam RPJMD. Karena itu, DPRD memiliki tanggung jawab untuk ikut memastikan program ini berjalan dengan baik. Untuk pengawasan, Komisi III akan melakukan evaluasi secara khusus. Jika ditemukan kekurangan, tentu akan dilakukan pembenahan agar pelaksanaannya semakin baik,” kata Syaiful.(da*)


